Cuaca Dingin Sebabkan Karakteristik Ban Pirelli Berubah di GP Azerbaijan

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 28 April 2018 14:08 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 28 37 1892383 cuaca-dingin-sebabkan-karakteristik-ban-pirelli-berubah-di-gp-azerbaijan-lBtLyOSH1S.jpg Pirelli (Foto:AFP)

BAKU – Bos Pirelli, Mario Isola, menegaskan bahwa kondisi balapan yang lebih dingin dibandingkan dengan musim lalu, akan berdampak pada karakteristik ban yang digunakan para pembalap jelang Grand Prix (GP) Azerbaijan yang akan berlangsung pada Minggu 29 April 2018.

Para pembalap sengaja menggunakan sesi latihan bebas di Sirkuit Baku untuk menilai degradasi ban pada sirkuit terpanjang di dalam kalender Formula One (F1) musim 2018 tersebut. Sebagaimana diketahui, perubahan suhu dinilai menjadi salah satu penyebab perubahan karakteristik ban yang digunakan saat balapan.

GP Azerbaijan 2018 memang diasakan dua bulan lebih awal dibandingkan dengan musim 2017. Hal ini membuat kondisi lintasan secara signifikan lebih dingin dibandingkan dengan musim lalu. Terbukti pada sesi latihan bebas dua, suhu udara di Sirkuit Baku sekira 21 derajat celcius, sementara suhu lintasan mencapai 27 derajat celcius.

Baca Juga:

(Ricciardo Optimis Raih Kemenangan di GP Azerbaijan)

Hal ini bisa terjadi lantaran sirkuit jalanan tersebut hanya digunakan setahun sekali, sehingga kemungkinan besar akan ada evolusi lintasan yang sangat tinggi. Sekiranya ada perbedaan sebanyak 0,8 detik antara ban supersoft dengan ban ultrasoft. Namun Pirelli, mengaku masih memperhitungkan perbedaan antara penggunaan ban soft dan supersoft secara lebih akurat.

“Kondisi balapan yang lebih dingin pada musim ini jelas berdampak pada karakteristik ban yang juga dikombinasikan dengan evolusi trek. Secara khusus tantangan utama adalah untuk mendapatkan bagian belakang dan ban depan bekerja dengan seimbang satu sama lainnya,” tegas Isola, sebagaimana dilansir dari F1 Network, Sabtu (28/4/2018).

“Trek lurus yang sangat panjang memiliki kecenderungan untuk mendinginkan ban, dan ini hanya diperparah oleh suhu lingkungan yang lebih rendah pada tahun ini. Suhu yang lebih rendah ini mendukung ban ultrasoft dengan rentang kerja yang lebih rendah dan sejauh ini kami melihat ada perbedaan sekira 0,8 detik setiap lapnya antara ban supersoft dan ultrasoft,” lanjutnya.

Baca Juga:

(Ricciardo Belum Putuskan Masa Depannya dengan Red Bull Usai Menang di GP China)

“Masalah lain yang harus dihadapi pengendara adalah penguncian ban depan karena kombinas permukaan cengkraman yang rendah dan terkadang bergelombang bersama dengan efek ban yang mendingin di lintasan lurus. Karena semakin banyak karet yang dipasang di jalur, gambar ini mungkin akan berubah, tetapi celah yang sangat dekat di bagian atas lapangan sudah menunjukkan bahwa kami berada di akhir pekan yang menarik dan tak terduga,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini