Image

Mantan Bos Aprilia Gusar Liat Gaya Membalap Marquez di MotoGP 2018 Argentina

Ezha Herdanu, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 09:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 17 38 1887519 mantan-bos-aprilia-gusar-liat-gaya-membalap-marquez-di-motogp-2018-argentina-UcPyd4m8Py.jpg Valentino Rossi vs Marc Marquez (Foto: Twitter MotoGP)

NOALE – Sebuah drama memang tersaji dalam lanjutan kejuaraan dunia MotoGP musim 2018 seri Argentina. Apalagi kalau bukan insiden yang melibatkan pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, dengan rider Tim Respol Honda, Marc Marquez.

Dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Autodromo Termas de Rio Hondo tersebut, Rossi dan Vinales memang terlibat persaingan sengit. Akibat persaingan itu, Rossi pun harus mengalami crash tepatnya di lap ke-20, lantaran motornya tersengol oleh Marquez.

Meski begitu, Rossi masih mampu melanjutkan balapan dan finis di urutan ke-19. Sementara Marquez mampu menyudahi balapan di posisi kelima, namun ia harus menerima penalti dan turun ke urutan ke-18.

Baca Juga: Rossi dan Marquez Takkan Hadiri Konferensi Pers di MotoGP Amerika Serikat 2018

Seusai balapan, Rossi pun melemparkan kritikannya terhadap manuver berbahaya yang dipraktekkan oleh Marquez. Tak hanya Rossi, sejumlah kalangan juga mengkritisi gaya membalap Marquez yang ‘liar’ tersebut.

Sejatinya apa yang dilakukan Marquez terhadap Rossi bukanlah kesalahan pembalap berjuluk The Baby Alien tersebut di MotoGP 2018 Argentina. Marquez juga sempat menolak start dari pit lane lantaran motornya mogok, serta terlibat kontak dengan pembalap Tim Aprilia Gresini, Aleix Espargaro di awal-awal balapan.

Mengetahui kondisi tersebut membuat mantan Direktur Olahraga Tim Aprilia, yakni Jan Witteveen, memberikan komentarnya. Ia pun dengan tegas mengkritisi gaya membalap Marquez, dan sudah seharusnya pembalap asal Spanyol itu didiskualifikasi sejak awal balapan.

Baca Juga: Legenda MotoGP Geram Lihat Aksi Brutal Marquez terhadap Rossi

“Pembalap terbaik di MotoGP terlalu banyak memiliki power dan pengaruh. Apabila pembalap seperti Alvaro Bautista yang melakukannya, mungkin bendera hitam sudah langsung dikibarkan,” cetus Witteveen, seperti dikutip dari Tuttomotoriweb, Selasa (17/4/2018).

“Pada masa lalu, sistemnya lebih seimbang. Selain pembalap, tim, manajemen, produsen ban, dan perlombaan juga memiliki kepentingan tertentu. Jika apa yang dilakukan di dalam grid tak ada konsekuensi serius, setiap pembalap akan melakukan apa yang diinginkannya,” lanjutnya.

“Jika pembalap melakukan sesuatu yang berbahaya dan salah, Anda harus menghukumnya lebih keras. Seperti yang saya katakan, ia seharusnya langsung didiskualifikasi,” tuntas pria berkebangsaan Belanda tersebut.

(mrh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini