nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Schwantz Setuju Hukuman Penalti di MotoGP Dihilangkan

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Sabtu 14 April 2018 20:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 14 38 1886736 schwantz-setuju-hukuman-penalti-di-motogp-dihilangkan-Zc9RYyKJbh.jpg Legenda MotoGP, Kevin Schwantz (Foto: AFP)

AALST – Berbagai insiden yang terjadi dalam gelaran seri kedua MotoGP 2018 di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina, pada akhirnya menyeret pihak penyelenggara untuk mengkaji ulang mengenai peraturan-peraturan yang diberlakukan. Termasuk di antaranya adalah hukuman yang patut diberikan kepada pembalap yang melanggar aturan.

Seperti diketahui, pada balapan di Argentina tersebut, pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez, mendapat dua hukuman yang berbeda. Hukuman pertama adalah Marquez terkena penalti dan wajib masuk ke pit lane saat balapan karena menentang perintah race director saat di grid. Sedangkan hukuman kedua adalah Marquez mendapat tambahan 30 detik ke dalam waktu balapnya karena menjatuhkan pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi.

(Baca juga: Marquez Sebut Rossi Miliki Kekuatan di Luar Lintasan)

Sebenarnya, hukuman kedua yang didapat Marquez tersebut tak lepas dari hukuman pertama yang dijalaninya. Karena harus masuk ke pit lane, Marquez pun menjalani balapan dengan serampangan demi bisa mengejar ketertinggalannya dari pembalap lain, hingga pada akhirnya menabrak motor Rossi dan membuatnya terjatuh.

 Maka dari itu, legenda balap MotoGP, Kevin Schwantz, menilai kalau hukuman penalti dengan masuk ke pit lane saat balapan bukanlah sesuatu yang tepat. Menurutnya, hal tersbeut justru akan mengacaukan jalan pikiran si pembalap yang terkena hukuman. Pasalnya, karena hukuman itu, si pembalap akan melakukan segala cara demi bisa kembali ke posisi depan, dan pada akhirnya mengemudi secara serampangan, yang membahayakan pembalap lain.

Schwantz lebih setuju kalau hukumannya hanya penambahan waktu dalam time race si pembalap. Menurutnya, hal tersebut lebih aman, dan si pembalap yang melakukan pelanggaran pun dijamin jera. Seperti yang terjadi kepada Marquez, meski dirinya finis di posisi kelima pada MotoGP Argentina 2018, tapi karena mendapat tambahan waktu 30 detik, maka posisinya menurun ke tempat ke-18.

“Mungkin, kami tidak perlu melewati penalti dan terus melaju. Mungkin, mereka hanya mendapat hukuman 30 atau 60 detik tambahan di catatan waktu balapan mereka. Hukuman penalti tersebut tidak diperlukan, karena siapa pun pembalap yang melihat si penerima hukuman menjadi marah dan gila, maka mereka bisa ditabrak,” ujar Schwantz, mengutip dari Motorsport, Sabtu (14/4/2018).

“Tidak ada seorang pun yang perlu khawatir mengenai keselamatan mereka lagi ketika balapan. Ini bukan olahraga kontak fisik, dan pembalap seharusnya melihat ke belakang bahunya karena khawatir akan dikalahkan, bukan khawatir karena akan ditabrak,” tuntas Schwantz.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini