nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Legenda MotoGP Berikan Wejangan untuk Marquez

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Sabtu 14 April 2018 15:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 14 38 1886667 legenda-motogp-berikan-wejangan-untuk-marquez-9hQUnYDRno.jpg Marc Marquez, Pembalap Repsol Honda (Foto: Laman Resmi MotoGP)

AALST – Pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez, tampil sebagai sorotan utama saat dilangsungkannya gelaran seri kedua MotoGP 2018 yang dihelat di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina. Pasalnya, dalam balapan tersebut Marquez menampilkan balapan yang serampangan, hingga akhirnya membuat Valentino Rossi terjatuh.

Meski juara dunia MotoGP empat kali itu telah mendapatkan hukuman penalti waktu 30 detik, namun beberapa pihak masih mengharapkan agar Marquez mendapatkan hukuman tambahan. Namun begitu, reaksi berbeda justru datang dari legenda MotoGP, Kevin Schwantz, yang menilai kalau Marquez untuk saat ini tidak perlu mendapatkan hukuman lagi.

(Baca juga: Usir Marquez saat Hendak Minta Maaf, Pengamat MotoGP Kritik Sahabat Rossi)

Schwantz berpendapat bahwa saat ini yang paling diperlukan oleh Marquez adalah nasihat bahwa apa yang dilakukan oleh pembalap berjuluk The Baby Alien itu salah. Ia menjelaskan kalau Marquez sebenarnya tidak perlu melakukan balapan yang serampangan hanya untuk mendapat posisi terdepan. Pasalnya, ia yakin The Baby Alien bisa melakukan itu tanpa membahayakan pembalap lain jika lebih bersabar.

Juara dunia balap motor 500 cc musim 1993 itu menilai bahwa Marquez sebenarnya tahu apa yang dilakukannya, yakni jika melaju terlalu memaksakan diri, maka akan membahayakan pembalap lain. Dan hal tersebut dinilai Schwants sebagai hal yang tidak bisa diselesaikan dengan hanya permintaan maaf selepas balapan, seperti yang dilakukan Marquez. Jadi, Marquez diimbau untuk tidak membuat-buat adegan kontak fisik dengan pembalap lain di lintasan, seolah-olah itu merupakan ketidaksengajaan.

“Masalahnya adalah, bahkan jika itu adalah (murni) kesalahan, di mana dia (Marquez) menyombongkan dirinya dan melaju dengan kecepatan tinggi di lintasan, itu tetap salah. Dia seorang juara, dia tahu apa yang dilakukannya, jadi dia akan tahu apa yang terjadi kalau dia terlalu cepat, bahkan sebelum dia mengejar pembalap lain dan melakukan kontak,” ujar Schwantz, menukil dari Motorsport, Sabtu (14/4/2018).

“Anda tidak bisa tiba-tiba masuk ke dalam (mencoba menyalip), menabrak pembalap lain, dan kemudian mengatakan ‘Oh, maaf, saya membuat kesalahan.’ Kami semua tahu itu tidak benar,” lanjutnya.

“Setiap orang terkadang membuat kesalahan dalam situasi kritis. Namun, dia seharusnya tidak menciptakan situasi kritisnya sendiri, di mana kesalahannya kemudian memiliki konsekuensi yang membuat pembalap lain berada dalam bahaya,” pungkas Schwantz.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini