nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Witteveen Sebut Race Direction MotoGP Tidak Profesional

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Kamis 12 April 2018 23:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 12 38 1885937 witteveen-sebut-race-direction-motogp-tidak-profesional-hJ4pfqgRKs.jpg suasana ketika race MotoGP (Foto: Paul Crock/AFP)

STAVOREN - Jan Witteveen, kepala perancang Tim Aprilia 1989 hingga 2004, masih menjadi pengamat setia terhadap perisiwa yang terjadi pada setiap seri MotoGP. Ia menilai insiden yang terjadi di MotoGP Argentina musim 2018 karena tindakan race direction yang tidak profesional.

Menurut Witteveen, cukup banyak perubahan yang terjadi pada ajang MotoGP saat ini. Terutama mengenai kebijakan yang dikeluarkan Race Direction yang dinilai terlalu takut untuk memberikan peringatan tegas kepada para rider yang melakukan pelanggaran.

"Para pembalap papan atas di MotoGP memiliki terlalu banyak kekuatan dan terlalu banyak pengaruh. Jika pembalap seperti Alvaro Bautista telah terdaftar di grid di Argentina seperti Marc Márquez, dia mungkin akan segera mendapatkan bendera hitam. Ini semua tentang rider, semua komunikasi adalah tentang rider. Di masa lalu, sistem itu lebih seimbang. Selain rider, tim, pejabat, produsen ban dan manajemen memiliki kepentingan tertentu. Semuanya berjalan dengan lancar dan bekerja dengan baik.” Ujar Witteveen.

BACA JUGA: Suzuki Tertarik Duetkan Lorenzo dan Alex Rins pada MotoGP 2019

Pria asal Belanda itu juga ikut memberikan komentar mengenai kejadian yang terjadi pada seri kedua MotoGP di Argentina. Witteveen menilai Race Direction tidak menunjukan profesionalisme mereka.

“Jika ini tidak memiliki konsekuensi serius, apa yang telah dilakukan Marc Marquez di grid awal, maka setiap pembalap akan melakukan apa yang dia inginkan. Jika pembalap melakukan sesuatu yang berbahaya dan salah, Anda harus menghukumnya lebih keras.” lanjutnya.

“Motor Marc (Márquez) tiba-tiba mati sebelum balapan dimulai. Dia kemudian mendorong motornya dan kembali ke posisi awal melalui arah berlawanan. Seharusnya, rider Repsol Honda tersebut mengangkat tangannya dan menunggu instruksi dari para panitia balapan.” sambungnya.

BACA JUGA: Agostini: Mendiskualifikasi Marquez Adalah Hal yang Salah

Pria berusia 70 tahun tersebut juga mengatakan, Race Direction harus memberikan peringatan langsung kepada pembalap yang melakukan pelanggaran, dan tidak boleh ada pembalap yang mendapatkan perlakuan khusus.

“Menurut pendapat saya, harus ada konsekuensi langsung. Anda seharusnya tidak membiarkan Marquez mulai dari tempatnya, itu pendapat saya. Seperti yang saya katakan ‘Dia seharusnya segera didiskualifikasi. Jika pembalap lain melakukan itu, katakan Bautista, apakah itu sama? Saya meragukannya,” tutupnya.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini