nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Legenda Balap Italia Sebut Tekanan Marquez di Argentina Sangat Besar

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 12 April 2018 14:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 12 38 1885720 legenda-balap-italia-sebut-tekanan-marquez-di-argentina-sangat-besar-pDHtX1qmkz.jpg Marc Marquez (Foto:AFP)

BRESCIA – Legenda balap Italia, Giacomo Agostini, menilai pembalap Repsol Honda, Marc Marquez memiliki tekanan yang sangat besar saat mengaspal di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina. Meski demikian, pembalap berkebangsaan Spanyol tersebut tidak mampu mengelola tekanan tersebut dengan baik.

Sebagaimana diketahui, Marquez memang menjadi sorotan publik sejak beberapa hari terakhir. Berbagai hujatan maupun kritik pun mendatangi pembalap berusia 25 tahun tersebut. Ia bahkan dinilai sebagai pembalap yang merusak olahraga dengan aksi nekatnya tersebut di atas lintasan.

Awal mulanya Marquez yang mengalami sedikit masalah saat motor Honda RC213V miliknya mengalami mati mesin. Menurut peraturan yang berlaku, Marquez seharusnya memulai balapan dari dalam pit lane, namun ia menolaknya dan tetap melakukan start di dalam grid.

Alhasil pembalap berjuluk The Baby Allien tersebut mendapatkan hukuman ride through penalti di lap keenam yang membuat posisinya menjadi ke urutan 20. Karena hal itulah, Marquez akhirnya memutuskan untuk menggeber habis-habisan kuda besinya untuk menyusul ketertinggalan dengan pembalap di depannya.

RC213V miliknya memang jauh lebih unggul dari pembalap lainnya, oleh sebab itu ia bisa dengan mudah menyalip beberapa pembalap yang ada di depannya. Namun, gaya membalap Marquez yang terlalu agresif menyebabkan balapan menjadi tidak kondusif.

Mulai dengan kontak fisik dengan pembalap Aprilia, Aleix Espargaro, manuver berbahaya terhadap dua pembalap Marc VDS, Franco Morbidelli dan Thomas Luthi dan berakhir dengan senggolan yang membuat pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, terjatuh.

Baca Juga:

(Dall'Igna: Ducati Sepakat Perpanjang Dovizioso, Lorenzo Masih Harus Menunggu)

“Semua yang dilakukannya tidak benar dan saya tidak ingin membelanya. Tetapi Anda tidak boleh melupakan situasinya dengan semua tekanan yang ada dalam diri Anda. Saya katakan apa yang dihadapi Marquez saat itu tidak sesantai saat Anda saat duduk di atas kursi saat ini.

“Hal-hal seperti itu terjadi dan mereka melakukannya di masa lalu dan akan terus melakukannya di masa depan. Kami seharusnya tidak membuat sesuatu yang lebih besar atau membayangkan sebuah drama,” lanjutnya.

(lsk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini