nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Negosiasi Pertarungan Joshua-Wilder Dibicarakan Pekan Depan

ant, Jurnalis · Senin 02 April 2018 08:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 02 43 1880793 negosiasi-pertarungan-joshua-wilder-dibicarakan-pekan-depan-SgklU7T6sP.JPG Petinju Anthony Joshua (Andrew Couldridge/Reuters)

JAKARTA - Negosiasi pertarungan tinju untuk memperebutkan gelar unifikasi kelas berat antara Anthony Joshua dan Deontay Wilder kemungkinan mulai dibicarakan pekan depan.

Menurut laporan BBC di Inggris, Minggu 1 April 2018, hal tersebut diucapkan oleh promotor Barry Hearn yang juga mengungkapkan Joshua kini mengincar gelar versi WBC milik Wilder, setelah merebut gelar WBO dengan unanonimous poin atas Joseph Parker pada Sabtu untuk menambah titel IBF dan WBA-nya "Ini adalah pertarungan yang Anthony Joshua sangat inginkan dan saya pikir dia ingin pertarungan itu terjadi tahun ini," kata Hearn.

Akan tetapi Joshua yang saat ini berusia 28 tahun, dikabarkan tak akan memberikan bonus finansial bagi Wilder. 

"Anthony Joshua menginginkan semua sabuk juara. Ini merupakan kartu besar Deontay Wilder yang harus dimainkan, (tetapi) secara komersial, Joshua jauh lebih besar daripada Deontay Wilder," kata Hearn.

Baca juga: 18 Negara Berpartisipasi dalam Tour de Lombok Mandalika

Bahkan, Hearn yang juga merupakan pimpinan dan pendiri Matchroom (promotor Joshua), berpikir Wilder harus bertarung dengan Joshua yang dia klaim akan menjadi pertarungan yang terbesar dalam karir Wilder.

"Saya pikir Wilder bisa datang ke Inggris karena di dunia kami, dalam tinju, beberapa juta dolar yang didapatkan Wilder dalam satu pertarungan adalah goresan yang kecil dibandingkan dengan hadiah yang menunggunya untuk pertarungan bersama Joshua," ucapnya. 

Pertarungan antara Joshua dan Wilder ini sendiri, jika terjadi, akan mengantarkan untuk pertama kalinya seorang petinju putra meraih keempat gelar kelas berat utama.

Baca juga: Indonesia Gagal Capai Final Orleans Masters 2018

Joshua yang mengatakan dia berada dalam posisi paling kuat untuk bernegosiasi, menilai dirinya pantas untuk tidak memberikan bonus finansial dalam pertarungan dengan Wilder.

"Mengapa saya melakukan semua pekerjaan ini untuk memberikan bonus kepada orang lain? Apakah saya mendapatkan bonus sekarang? Ini semua adalah tentang sabuk-sabuk juara dan pihak kami serius dalam negosiasi dan dengan semua sabuk ini, aku harus menjadi yang berkuasa di meja perundingan," katanya.

(Ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini