nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hamilton Khawatir Dapat Perlawanan Sengit dari Red Bull

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 15 Maret 2018 11:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 15 37 1873046 hamilton-khawatir-dapat-perlawanan-sengit-dari-red-bull-i50MJqL0hG.jpg Lewis Hamilton (Foto:AFP)

BRACKLEY – Pembalap Mercedes AMG Petronas, Lewis Hamilton, khawatir pengembangan mesin yang dilakukan menjelang Grand Prix (GP) Australia pada 25 Maret 2018 bisa membuat Red Bull menjadi mobil tercepat untuk musim pembuka Formula One (F1) 2018.

Seperti Mercedes, Red Bull terlihat tidak mengejar hasil yang baik dalam sesi tes pramusim di Barcelona. Meski demikian, mereka telah melakukan banyak perubahan yang telah berjalan selama dua minggu terakhir.

Hal yang dibuat Red Bull ini, tentu saja sangat mengesankan para pesaingnya. Direktur teknis Mercedes, James Allison, mengatakan bahwa Red Bull berpotensi menjadi ancaman utama bagi dominasi timnya. Alhasil saat ini Hamilton tengah mengantisipasi tantangan nyata pada musim 2018.

Berbicara kepada media, Mercedes mengaku Red Bull bisa menjadi tim yang wajib dikalahkan pada F1 musim 2018. Di sisi lain, pembalap Red Bull, Daniel Ricciardo mengatakan di Barcelona bahwa RB14 akan mengalami banyak perubahan antara pengujian dan balapan setelah komponen super cepat yang baru ditambahkan ke dalam mobil.

“Saya pikir tahun ini akan sangat menggairahkan, karena musim lalu ada perbedaan besar antara tim di awal dan kemudian mereka semakin dekat. Tapi tahun ini kami mulai mendekat dan kemudian akan tumpang tindih sepanjang musim seiring berkembangnya orang,” terang Hamilton, sebagaimana diberitakan Autosport, Kamis (15/3/2018).

Baca Juga:

(Honda Kemungkinan Akan Pasok Mesin untuk Red Bull Musim 2019)

“Karena kami tidak membawa pengembangan di saat bersamaan, saya rasa Red Bull akan membawa sesuatu pada balapan pertama yang akan menarik untuk dilihat. Saya pikir Red Bull adalah yang tercepat saat ini dan sangat berpotensi. Mereka memiliki semacam pengembangan di masa mendatang dari beberapa hal. Itulah yang saya dengar,” tambahnya.

“Red Bull umumnya memiliki filosofi yang sedikit berbeda. Mereka selalu membangun mobil yang memiliki banyak downforce. Tingkat downforce maksimum mereka selalu lebih tinggi dibandingkan tim lainnya. Tapi itu tidak selalu bekerja. Di beberapa tempat dimana Anda memiliki lintasan lurus panjang, mereka sangat lambat. Namun, mereka sangat cepat di tikungan. Keuntungan ini bergeser sepanjang musim,” tuntasnya.

(lsk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini