Tim Dokter Terkejut dengan Cedera Kambuhan Rafael Nadal

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Kamis 15 Maret 2018 01:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 14 40 1872872 tim-dokter-terkejut-dengan-cedera-kambuhan-rafael-nadal-rWM8KLDHdC.jpg Petenis Spanyol, Rafael Nadal (Foto: AFP)

MADRID – Setelah mendapatkan musim yang gemilang pada kejuaraan tenis dunia (ATP Tour) 2017, Rafael Nadal justru lebih sering mengalami keterpurukan di musim 2018. Hal tersebut tentunya tak lepas dari kondisi Nadal yang tak lepas dari jeratan cedera di sepanjang musim ini.

Lebih parahnya lagi, cedera yang dialami Nadal tersebut kerap kambuh sehingga tak bisa membuatnya lekas kembali ke lapangan tenis. Bahkan, dokter yang menangani cedera Nadal, Angel Ruiz Cotorro, mengaku terkejut dengan kondisi tersebut. Pasalnya, kambuhnya cedera Nadal tak didahului oleh tanda-tanda tertentu, semuanya terjadi secara tiba-tiba.

(Baca juga: Kondisi Nadal bagai Pedang Bermata Dua)

Seperti diketahui, petenis asal Spanyol itu mengalami cedera panggul saat berlaga di kejuaraan Australia Open 2018. Cedera tersebut didapatnya kala berhadapan dengan Marin Cilic di babak perempatfinal. Maka dari itu, Nadal tak bisa melanjutkan pertandingan hingga selesai dan akhirnya mengundurkan diri.

Karena cedera tersebut, Nadal pun harus absen di ajang Rotterdam Open 2018 dan membuat posisinya yang semula berada di peringkat satu dunia tergeser oleh Roger Federer. Pada awalnya, Nadal dijadwalkan comeback pada Meksiko Open 2018 yang dihelat 26 Februari. Namun, karena sehari sebelum pertandingan cederanya kambuh, maka ia tak jadi berlaga.

Bahkan, peraih gelar juara grand slam 16 kali itu pada akhirnya juga absen dalam gelaran Indian Wells yang diselenggarakan Maret 2018. Cotorro menerangkan kalau Nadal baru akan bisa comeback saat memasuki pertengahan April 2018.

Cotorro juga menerangkan kalau kambuhan cedera seperti yang dialami Nadal bisa terjadi kepada siapa pun juga. Namun, dokter tersebut mengakui bahwa kemunduran dapat terjadi tanpa peringatan meski tim melakukan semua tindakan pencegahan yang diperlukan.

“Apa yang terjadi kepada Rafa bisa terjadi, namun karena perkembangannya di sana tidak terjadi, itu yang membuat kami berpikir bahwa ini akan terjadi. Dia berlatih dengan normal, sangat kuat, dan tanpa mendapatkan sesuatu yang tidak nyaman,”  ungkap Cotorro, menyadur dari IBTimes, Kamis (15/3/2018).

“Dia juga merasa tidak tertekan. Secara tiba-tiba, dalam sebuah gerakan dia mengalami tusukan dan… terkadang hal-hal semacam ini sembuh, ini terlihat kalau semuanya baik-baik saja, dan itu bisa terjadi,”  lanjutnya.

“Kami telah mempelajarinya dan ini tidak biasa apa yang terjadi, ini seharusnya tidak terulang lagi selama masa penyembuhan. Lima pekan adalah waktu yang lebih dari cukup untuk penyembuhan,”  tukas Cotorro.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini