Horner Sebut Pemilihan Bahan Bakar yang Berbeda Bukanlah Kesalahan Strategis

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Minggu 11 Maret 2018 02:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 10 37 1870853 horner-sebut-pemilihan-bahan-bakar-yang-berbeda-bukanlah-kesalahan-strategis-JCCNXXTOdw.jpg Christian Horner (Foto:AFP)

MILTON KEYNES – Bos Red Bull, Christian Horner, menegaskan memilih menggunakan bahan bakar yang berbeda dengan pemasok mesin mereka bukanlah sebuah kesalahan strategis. Ia mencontohkan keberhasilan tersebut pada tiga kemenangan Red Bull yang berhasil diraih pada musim 2017.

Strategi penggunaan bahan bakar yang digunakan oleh Red Bull pun akhirnya mendapatkan beberapa komentar. Salah satu komentar diberikan oleh bos Mercedes, Toto Wolff terhadap keputusan mengejutkan yang dibuat tim asal Austria tersebut. Ia mengaku penasaran dengan keputusan Red Bull menjalankan bahan bakar yang berbeda dengan Renault selaku pemasok mesin balap mereka.

“Kesalahan startegisnya adalah memilih kesepakatan komersial daripada memastikan Anda memiliki spesifikasi bahan bakar dan oli yang sama seperti tim. Anda menjalankan kalibrasi yang berbeda pada jalurnya, yang tidak memberi Anda pembelajaran. Anda membuat hidup Anda rumit jika Anda memiliki spesifikasi yang berbeda. Itu adalah filosofinya,” terang Horner, sebagaimana diberitakan PlanetF1, Minggu (11/3/2018).

Red Bull menggunakan ExxonMobil sementara Renault yang merupakan pemasok mesin mereka, menggunakan BP/Castrol. Meski sangat berbeda, namun Horner melihat hal tersebut bukan menjadi suatu masalah sama sekali.

“Saya melihat Toto telah membuat banyak komentar mengenai hal ini. Kami melihatnya sebagai keuntungan. Kami memiliki hubungan baik dengan Exxon yang telah dilakukan selama 12 bulan terakhir. Mereka memproduksi beberapa produk hebat dan kami melihatnya sebagai keuntungan teknis. Produk mereka memenangkan tiga grand prix (GP) musim lalu. Jelas ada beban tambahan yang terlibat dalam hal tersebut, mengingat bahan bakar tersebut berbeda dari apa yang dimiliki tim kerja,” sambungnya.

Baca Juga:

(Hamilton Tak Perlu Khawatir Kontraknya Bersama Mercedes Akan Berakhir)

“Namun hal ini membuktikan bahwa mereka harus menjalankan lebih banyak mesin di dynos yang harus ditutupi biaya. Tapi kami tidak akan menggunakannya jika kami tidak melihatnya sebagai sebuah keuntungan teknis. Mereka adalah perusahaan hebat. Hebat untuk merespons, sangat cepat dan kami melihat hal itu sebagai sebuah keuntungan,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, F1 musim 2018 dijadwalkan pada 25 Maret 2018 dengan Grand Prix (GP) Australia sebagai balapan pembukanya. Ini tentunya akan menjadi ajang pembuktian beberapa tim terkemuka untuk membuktikan eksistensinya dalam olahraga.

(lsk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini