nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Alasan Kepala Pelatih Ganda Putri Indonesia Lakukan Bongkar Pasang Pemain

Deden Rochman Saputro, Jurnalis · Jum'at 09 Maret 2018 08:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 09 40 1870068 ini-alasan-kepala-pelatih-ganda-putri-indonesia-lakukan-bongkar-pasang-pemain-pi97nHlty8.jpg Ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu (Foto: PBSI)

JAKARTA – Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) melakukan persiapan jelang dua turnamen besar tahun ini yakni Piala Thomas-Uber dan Asian Games 2018. Berbagai langkah dilakukan PBSI untuk menggapai prestasi terbaik di ajang tersebut.

Salah satu cara yang dilakukan PBSI adalah melakukan rotasi pemain untuk regenerasi. Kepala Pelatih Ganda Putri PBSI, Eng Hian, melakukan bongkar pasang pemain untuk menemukan kombinasi senior-junior, seperti Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris yang tampil gemilang di awal tahun ini.

Baca juga: Indonesia Pilih Pertahankan Skor 21 dalam Pertemuan BWF

Eng menuturkan pasangan ganda putri Merah Putih, Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani dan Nitya Krishinda Maheswari/Yulfira Barkah kembali harus dipisah. Ia menilai kedua pasangan tersebut belum konsisten tampil di berbagai turnamen.

Nantinya, Nitya akan berpasangan dengan Ketut yang dikatakan sebagai ganda putri duo Bali. Kemudian, Anggia bakal mendapatkan rekan baru yakni Meirisa Cindy Sahputri. Sedangkan, Yulfira diduetkan dengan Rosyita Eka Putri Sari yang baru sembuh dari cedera saat SEA Games 2017.

Beberapa pasangan tersebut akan kembali menjalani berbagai turnamen. Nitya/Ketut, Anggia/Cindy dan Rosyita/Yulfira akan memulai debut mereka di turnamen Osaka International Challenge 2018 dan China Masters 2018 BWF World Tour Super 100.

“Sampai saat ini saya melihat prestasi Anggia/Ketut belum konsisten, sedangkan mereka sudah cukup lama dipasangkan. Begitu juga Nitya/Yulfira yang progressnya stuck. Sedangkan target saya untuk Nitya adalah bisa mendekati kualitas dan prestasi seperti pada waktu berpasangan dengan Greysia,” ungkap Eng, seperti dilansir laman resmi PBSI, Jumat (9/3/2018).

“Saya melihat Nitya dan Ketut bisa saling melengkapi dari segi kualitas individu dan kebutuhan sebagai partner di lapangan,” sambungnya.

Baca juga: Terapkan Peraturan Servis Baru, Ini Penjelasan BWF

Lebih lanjut, Eng menyebut Yulfira perlu mendapat tambahan jam terbang bertanding guna meningkatkan permainan. Sementara itu, ia mengatakan kembalinya Rosyita bisa menjadi tambahan amunisi di tim ganda putri Indonesia dan berharap Rosyita dapat menunjukkan permainan terbaik pascacedera.

“Yulfira masih butuh proses lagi, saya melihat tipe permainan Yulfira lebih cocok dengan Rosyita. Untuk Rosyita, masalah yang ada tinggal melepasakan trauma cedera saja, secara umum kondisi Rosyita sudah pulih,” ujarnya.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini