nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

CLS Knights Gagal Tapaki Babak Play-Off ABL 2017-2018

Bagas Abdiel, Jurnalis · Minggu 04 Maret 2018 12:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 04 36 1867670 cls-knights-gagal-tapaki-babak-play-off-abl-2017-2018-PwXZAxMsU2.jpg (Foto: CLS Knights)

SAIGON – Mimpi CLS Knights Indonesia untuk bisa lolos ke babak play-off ASEAN Basketball League (ABL) Musim 2017-2018, akhirnya kandas di tangan Saigon Heat, setelah sore tadi mereka mampu mengalahkan CLS Knights Indonesia 114-86, pada pertandingan yang berlangsung di Canadian International School Arena, Saigon, Vienam.

Game ini merupakan pertemuan kedua mereka, setelah pada laga pertama yang lalu,skuad asuhan pelatih Kyle Julius tersebut mampu mencuri kemenangan 93-88.

Pemain asing Saigon Heat, Maxie Esho menjadi aktor penentu kemenangan dengan mencetak 35 angka dan 12 rebound, disusul rekannya Moses Morgan yang berhasil membuat 30 angka, 24 poin diantaranya dicetak dari tembakan tiga angka. Sementara dari kubu CLS Knights, Shane Edwards mencatatkan dirinya sebagai topskor timnya dengan raihan 23 angka yang ia kemas.

Koko Heru Setyo Nugroho yang bertindak sebagai kepala pelatih CLS Knights Indonesia, membuktikan janjinya dengan lebih banyak memberikan kesempatan bermain kepada barisan pemain lokal. Baik Arif Hidayat, Kaleb Ramot Gemilang, Firman Dwi Nugroho, Ebrahim “Biboy” Enguio dan Rachmad Febri Utomo mendapatkan kesempatan minute play average 10 menit. Bahkan digame ini, Koko tidak sungkan menurunkan Arif Hidayat sebagai starting five bersama Mario Wuysang, Shane Edwards, Brian Williams dan Sandy Febiansyakh Kurniawan.

Babak pertama berlangsung, kedua tim bermain up tempo saling kejar mengejar angka. Namun tuan rumah akhirnya mampu unggul sementara 50-42. Keunggulan Saigon Heat, tidak lepas dari beberapa kesalahan yang dilakukan para pemain CLS Knights (9 turnovers) yang akhirnya berbuah 13 angka untuk lawan. Meski demikian, anak-anak Arek Suroboyo ini mampu bermain dengan kolektif, khususnya para pemain cadangan dapat menyumbang total 20 angka dibabak pertama. Sedangkan semua poin Saigon Heat di dua kuarter awal, hanya dicetak oleh para inti mereka, terutama pemain asing dan asia keturunan yang mereka miliki.

Koko tetap mencoba merotasi para pemainnya secara merata dibabak kedua. Sementara Saigon Heat konsisten mengandalkan Maxie Esho sebagai mesin pencetak angka dan juga penembak jitu mereka Moses Morgan. Kedua pemain tersebut secara bergantian mencetak angka untuk tetap menjaga margin kemenangan di kuarter ketiga dengan selisih 20 poin (84-64).

Unggul jauh dikuarter ketiga, Kyle Julius tidak mengendurkan pola serangan pada kuarter terkahir. Nyatanya Maxie Esho, Akeem Scott, Michael Kurtiz Williams terus dimainkan dimenit awal kuarter keempat. Sementara Koko Heru Nugroho lebih berani merotasi bahkan mencadangkan Mario dan Brian Williams lebih lama lagi. Demikian juga dengan dua pemain keturunan asianya, Frederick Lee Jones Lish dan Charles Keith Jensen.

Usaha tersebut memang tidak lantas membuat CLS Knights dapat mengejar ketertinggalannya. Bahkan 30 angka berhasil dicetak kembali oleh Saigon Heat, sedangkan para pemain CLS Knights hanya mampu mencetak 22 angka tambahan menutup kuarter keempat usai.

Catatan statisik akhir pertandingan kedua tim menjabarkan, Saigon Heat unggul dalam perolehan point dari turnovers (16 angka), fastbreak poin (13 angka), dan hasil 16 kali total tembakan tiga (CLS 6). Sedangkan CLS Knights unggul dalam perolehan poin dari pemain cadangan (36 berbanding 15) dan second chance poin (20 berbanding 13).

“Dengan lebih banyak mendapatkan kesempatan minute play, sudah pasti kami bisa banyak belajar. Saya pun lebih berani ambil keputusan, meski masih jauh dari hasil yang baik. Tapi disini menurut saya, khususnya buat pemain lokal sudah mulai berkembang. Hasil musim ini akan menjadi cambuk bagi kita semua untuk lebih baik lagi dimusim berikutnya," ujar Arif Hidayat yang mendapatkan waktu bermain selama 28 menit 14 detik.

“Sudah pasti dengan kesempatan bermain yang lebih seperti ini, kepercayaan diri pemain lokal akan meningkat. Mungkin orang hanya bisa melihat kami kalah terus. Tapi liga ini dua level di atas liga lokal dan saatnya kita pemain lokal juga harus bisa berkontribusi. Saigon Heat memang menang, tapi jika dilihat dari statistik, mereka banyak bertumpu dari pemain asing dan heritagenya. Sementara kami para pemain lokal secara perlahan akan terus berkembang jika diberikan kepercayaan, “ kata Kaleb Ramot Gemilang yang juga mendapatkan kesempatan bemain yang lebih lama dibandingkan game sebelumnya.

Pertandingan selanjutnya (11 Maret), CLS Knights Indonesia akan melanjutkan lawatannya ke Singapura, untuk meladeni tuan rumah Singapore Slingers di OCBC Arena.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini