nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemenpora Gelar Acara Pemanduan dan Identifikasi Bakat Olahraga

ant, Jurnalis · Minggu 25 Februari 2018 11:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 25 43 1864437 kemenpora-gelar-acara-pemanduan-dan-identifikasi-bakat-olahraga-2l3JwalTKR.jpg Kemenpora membuka acara pemanduan dan identifikasi bakat olahraga di Bangli. (Foto: Laman resmi Kemenpora)

BANGLI – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar program pemanduan dan identifikasi bakat cabang olahraga badminton (bulu tangkis) di Lapangan Kubu Bangli, Bali. Acara ini melibatkan 400 siswa SMP di wilayah tersebut yang berusia mulai dari 12 hingga 14 tahun.

Berdasarkan informasi dari Humas Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bangli, Minggu (25/2/2018), Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrowi juga datang ke acara tersebut. Ia meninjau secara langsung kegiatan identifikasi bakat yang melibatkan 250 anak yang sebelumnya mengikuti latihan di klub-klub bulu tangkis se-Bangli.

Menpora meninjau kegiatan itu bersama Bupati Bangli, I Made Gianyar, pada Sabtu 24 Februari 2018 sore. Kemudian, Menpora membuka kegiatan ‘Pelatihan Manajemen Olahraga Modern’ di GOR Lila Bhuana, Denpasar.

Dalam peninjauan itu, Imam mengatakan tidak ada prestasi tanpa partisipasi. Menurutnya, peran serta itu harus dimulai dari usia dini agar bakat, minat, sekaligus mimpi anak-anak bisa terarah dengan baik.

"Untuk itu diperlukan peran guru, pelatih, dan masyarakat untuk terus mendorong mereka. Di sinilah letak strategis dari program pemanduan bakat untuk mengarahkan anak-anak atau siapa yang ingin menjadi atlet-atlet bulu tangkis, dayung pencak silat, sepakbola, dan cabang olahraga lainnya diarahkan mulai dari usia dini," ujar Imam.

BACA JUGA: Timnas Indonesia Dapat Kucuran Dana dari Kemenpora

Setelah dilakukan pemanduan bakat, lanjut Menpora, barulah dijaring anak-anak yang mempunyai keinginan menjadi pebulu tangkis profesional, untuk kemudian dilatih secara berkala dan terprogram. Menurut Menpora, melatih anak usia dini sangat berbeda dengan siswa SMA,atau bahkan yang sudah mengikuti Pelatda maupun Pelatnas.

"Karena itu, acara ini menurut saya penting sebagai bagian dari permasalahan olahraga. Lebih baik kami sekarang mencari bibit-bibit sebanyak mungkin. Karena negeri kita kaya raya. Negeri yang sangat potensial, besar sekali. Nah, sekarang kami mulai dari Bangli, karena saya melihat bahwa respons dari pemerintah dan masyarakat Bangli sangat luar biasa," tutur Menpora.

BACA JUGA: Menpora Janjikan Hadiah Rp5 Miliar untuk Tim Merah Putih

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Bangli, KONI, orangtua, dan seluruh masyarakat dapat terus mendukung anak-anak yang berbakat di bidang olahraga. Ke depan, pihaknya ingin anak-anak yang sudah memilih salah satu cabang olahraga bisa mendapat perhatian dan perlakuan khusus. Sebab, jika dibandingkan dengan anak-anak lainnya, mereka yang memilih menjadi atlet akan mengorbankan banyak hal demi berlatih.

"Saya harapkan bupati dan masyarakat untuk mendukung mereka, memberikan tempat pelatihan. Dengan fasilitas yang ada, anak-anak dapat semangat lagi, dan orangtua lebih maksimal mendorong. Tidak ada hasil tanpa perjuangan. Dan kita sekarang sedang berjuang untuk masa depan Indonesia," tutur Menpora.

Pernyataan Menpora pun diamini oleh I Made Gianyar. Menurutnya, olahraga merupakan dimensi kehidupan untuk mengantarkan seseorang menuju kejayaan, baik kejayaan nama maupun ekonomi.

"Kegiatan pemanduan bakat ini sangat baik dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak agar mampu mencetak atlet-atlet yang berprestasi di tingkat lokal kabupaten, provinsi, nasional, dan internasional," ujar Bupati Made Gianyar.

(Ram)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini