Image

Greysia/Apriyani Beberkan Faktor Kekalahannya di Semifinal Kualifikasi Piala Uber 2018 Zona Asia

Deden Rochman Saputro, Jurnalis · Minggu 11 Februari 2018 01:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 10 40 1857767 greysia-apriyani-beberkan-faktor-kekalahannya-di-semifinal-kualifikasi-piala-uber-2018-zona-asia-OrH8CObSnK.jpg Ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu (Foto: PBSI)

ALOR SETAR – Tim Uber Indonesia harus tersingkir di semifinal Kualifikasi Piala Uber 2018 Zona Asia. Fitriani dan kawan-kawan kalah dari Jepang dengan skor 0-3 di Stadion Abdul Halim, Malaysia, pada Sabtu 10 Februari 2018.

Meski tak mampu menjuarai Kejuaraan Beregu Putri Asia 2018, Tim Uber Indonesia tetap lolos ke putaran final Piala Uber 2018 di Thailand pada 20-27 Mei nanti. Bahkan, para srikandi bulu tangkis Pelatnas Cipayung itu mampu menjadi juara Grup Z untuk mengungguli China (3-2) dan Singapura (5-0).

Baca juga: Indonesia Terhenti di Semifinal Kualifikasi Piala Uber 2018 Zona Asia

Pasangan ganda putri terbaik Indonesia saat ini, Greysia Polii/Apriyani gagal menyumbang poin saat menghadapi wakil Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi. Juara India Open 2018 itu takluk dengan rubber game, 22-20, 19-21, dan 18-21 dalam waktu 1 jam 28 menit.

Usai laga, Greysia menuturkan dirinya dan Apriyani banyak ambil pengalaman dari pertandingan melawan Jepang. Ia pun bersama rekannya tersebut berusaha untuk mendulang angka meski gagal.

“Banyak belajar dan bersyukur, kami berjuang untuk bisa menang. Terlepas dengan hasilnya, kalah lagi? Inilah namanya pertandingan, kami akan tetap mau coba lagi,” kata Greysia, seperti dilansir laman resmi PBSI, Minggu (11/2/2018).

Greysia pun mengomentari cara servisnya yang dianggap tak sesuai dengan pengamatan wasit. Ia sedikit menyesali keputusan wasit yang membuat dirinya dirugikan meski bukan menjadi alasan utama kekalahannya.

“Saya kalau servis memang kebiasaan pertama injak garis untuk lebih tenang, baru mundur kakinya. Hakim servis tidak masalah dari awal, tetapi tiba-tiba wasit menyalahkan. Saya tahu wasit punya hak memutuskan, tapi saya bukan baru sekali ini saja main, dari awal wasitnya seperti tegang dan tidak ada ketegasan,” jelas Greysia.

“Saya tidak menyalahkan wasit, hanya masukan saja kalau wasit harus tenang sedikit, karena keputusannya sangat besar, satu poin itu sangat berharga untuk kami maupun lawan. Tapi ya sudah lah, kami lupakan kejadian ini, ini bukan alasan kekalahan kami,” tambahnya.

Baca juga: Tim Thomas Indonesia Secara Dramatis Lolos ke Final Usai Tundukkan Korea Selatan 3-2

Di sisi lain, Apriyani menyampaikan sudah menampilkan permainan terbaik bersama Greysia. Namun, ia mengakui faktor pengalaman Misaki/Ayaka menjadi pembeda kedua pasangan tersebut.

“Dari permainan sih sudah bisa, tapi dari pikirannya yang belum bisa. Mereka pengalamannya banyak, kami di poin-poin kritis masih kurang tenang,” ungkap Apriyani.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini