Anthony Akui Ubah Pola Permainan saat Tim Thomas Indonesia Kalahkan Jepang

Deden Rochman Saputro, Jurnalis · Sabtu 10 Februari 2018 14:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 10 40 1857533 anthony-akui-ubah-pola-permainan-saat-tim-thomas-indonesia-kalahkan-jepang-kZ0vnG9EVj.jpg Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting (Foto: PBSI)

ALOR SETAR – Anthony Sinisuka Ginting memastikan Indonesia lolos ke semifinal Kualifikasi Piala Thomas 2018 Zona Asia dan berjumpa Korea Selatan, pada Sabtu (10/2/2018) petang WIB. Bertindak sebagai tunggal putra kedua, Anthony berhasil menyumbang angka penting dengan mengalahkan Kazumasa Sakai, dengan skor 21-23, 21-14, dan 21-17 dalam durasi 1 jam lima menit.

Indonesia berhasil menyapu bersih kemenangan 3-0 atas Jepang di perempatfinal. Dua poin Merah Putih sebelumnya diraih tunggal putra, Jonatan Christie yang menaklukkan Kenta Nishimoto (21-11, 20-22, 21-13) dan ganda putra, Mohammad Ahsan/Kevin Sanjaya Sukamuljo menang atas Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (21-17, 21-15).

Baca juga: Indonesia Singkirkan Jepang 3-0 di Perempatfinal Kualifikasi Piala Thomas 2018 Zona Asia

Menanggapi kemenangan atas Jepang, Anthony mengakui dirinya mengubah pola permainan di hari ketiga Kualifikasi Piala Thomas 2018 Zona Asia. Sebelumnya, ia meraih hasil negatif saat kalah dari wakil India, Sai Praneeth B (18-21, 19-21) di laga terakhir penyisihan Grup D.

Anthony menuturkan dirinya bermain tidak dalam performa terbaik saat menghadapi India. Terlebih, ia masih beradaptasi dengan shuttlecock yang digunakan dalam Kualifikasi Piala Thomas 2018 Zona Asia di Malaysia.

Lebih lanjut, Anthony menyampaikan dirinya tak banyak memainkan reli-reli panjang lantaran shuttlecock lambat. Ia pun berusaha untuk sabar dalam menerapkan pola permainan terbaiknya di lapangan saat menghadapi Sakai.

Baca juga: Indonesia Hadapi Tugas Berat Melawan Jepang dan Korea di Semifinal Kualifikasi Piala Thomas dan Uber 2018

“Dari kemarin memang mainnya kurang enak, karena saya kurang bisa adaptasi dengan shuttlecock yang lambat. Kalau di Indonesia Masters, shuttlecock naik, 80 persen bisa saya matikan,” ucap Anthony, seperti dilansir laman resmi PBSI, Sabtu (10/2/2018).

“Dalam kondisi seperti ini, maka cara mainnya harus diganti lagi. Kalau shuttlecock kencang kan tidak mungkin reli, kalau shuttlecock lambat tidak mungkin bisa langsung menyerang, jadi harus lebih sabar dulu mengolah bola,” kata Anthony.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini