Image

Kemenangan Tim Uber Indonesia atas India Sudah Diprediksi

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Jum'at 09 Februari 2018 16:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 09 40 1857207 kemenangan-tim-uber-indonesia-atas-india-sudah-diprediksi-IzeXqZkg82.jpg Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi (Foto: Laman PBSI)

ALOR SETAR – Tim Uber Indonesia menunjukkan performa gemilangnya kala berhadapan dengan India di babak perempatfinal Kualifikasi Piala Uber 2018 zona Asia. Pasalnya, Indonesia menang dengan skor 3-1 dan berhak melaju ke babak semifinal untuk berhadapan dengan Jepang.

Lolosnya Indonesia ke semifinal juga merupakan pertanda bahwa Tim Merah Putih akan berlaga dalam putaran final Piala Uber 2018 yang diselenggarakan di Thailand pada 20-27 Mei. Dengan hasil tersebut, Tim Uber Indonesia pun telah terbukti mampu mewujudkan prediksi yang diberikan oleh Kepala Kontingen Indonesia, Achmad Budiharto, beserta jajaran tim manajemen dan pelatih.

(Baca juga: Ketenangan Jadi Senjata Indonesia Kandaskan India)

 Selepas pertandingan, Budiharto menerangkan bahwa pada laga melawan India, Indonesia diprediksi menang dengan skor 3-1. Budiharto menjelaskan bahwa pada pertandingan pertama, yakni Fitriani berhadapan dengan Pusarla Sindhu, akan sulit untuk memetik kemenangan.

Pasalnya, secara statistik, peringkat, dan pola bermain, Sindhu lebih unggul ketimbang Fitriani. Namun, Budiharto optimis Indonesia bisa meraih poin di nomor ganda. Menurutnya, ganda yang diturunkan Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani, masih lebih unggul ketimbang ganda kepunyaan India.

Optimisme Budiharto semakin bertambah lantaran pada laga di penyisihan grup sebelumnya, Tim Uber Indonesia mampu memetik kemenangan atas China. Hasil tersebut dinilainya memberi motivasi dan semangat ekstra kepada para pemain.

“Kami patut bersyukur tim putri bisa melalui tantangan melawan India. Hasil ini sesuai dengan prediksi kami, semua berjalan sesuai rencana. Kemenangan atas Tiongkok di penyisihan cukup memberi rasa percaya diri kepada tim putri,” ujar Budiharto, menukil dari laman resmi PBSI, Jumat (9/2/2018).

“Dari perhitungan yang dilakukan tim manajer dan pelatih, kami sudah memperkirakan bahwa peluang di tunggal pertama itu 40-60, karena secara rangking dan pola main, Fitriani masih di bawah Sindhu. Tetapi kita lihat di permainan di game kedua, Fitri sudah bisa menemukan pola yang tepat untuk menghadapi Sindhu,” beber Budiharto.

“Dua ganda memang harus dapat. Yang sempat jadi pertimbangan itu tunggal kedua, antara kami menurunkan Hanna (Ramadini) atau Gregoria (Mariska Tunjung). Tetapi Hanna unggul dalam head to head dengan lawan, sehingga kami sangat percaya diri dapat poin di tunggal kedua. Kalaupun meleset, kami sudah jaga di tunggal ketiga karena kami yakin Gregoria bisa mengatasi,” pungkas Budiharto.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini