Ketenangan Jadi Senjata Indonesia Kandaskan India

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Jum'at 09 Februari 2018 13:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 09 40 1857042 ketenangan-jadi-senjata-indonesia-kandaskan-india-Qlh2FfV3rR.jpg Hanna Ramadini (Foto: Laman resmi PBSI)

ALOR SETAR – Menghadapi India dalam babak perempatfinal Kualifikasi Piala Uber 2018, Indonesia sukses meraih kemenangan dengan skor 3-1. Meskipun kini Tim Merah Putih melenggang ke babak semifinal, namun patit dicatat bahwa Indonesia tidak meraih kemenangan dengan mudah.

Pada pertandingan pertama, Indonesia harus tertinggal lebih dahulu lantaran Fitriyani ditumbangkan oleh tunggal putri nomor satu India, Pusarla Sindhu, dengan skor 13-21 dan 22-24. Namun begitu, pada tiga pertandingan berikutnya, para wakil Indonesia sukses meraih kemenangan, sehingga membalikkan keadaan menjadi 1-3.

Laga yang cukup krusial sebenarnya dijalani Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang memainkan pertandingan kedua. Pasalnya, bila ganda berperingkat tujuh dunia itu kalah oleh  Ashwini Ponnappa/Reddy Sikki, maka peluang Indonesia untuk bisa melaju ke semifinal semakin tipis.

(Baca juga: Tim Uber Indonesia Kalahkan India untuk Melaju ke Semifinal)

Namun, Greysia/Apriyani nyatanya mampu bermain gemilang dan memetik kemenangan dengan skor 21-5 dan 21-16. Hasil positif tersebut juga disusul dengan kemenangan yang didapat oleh Hanna Ramadini pada pertandingan ketiga dan Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani di pertandingan keempat.

Anggia/Ketut menerangkan bahwa kemenangan yang diperolehnya tersebut tak lepas dari sikap tenang yang tetap mereka miliki, meski keadaan sedang genting. Anggia bahkan mengaku sudah siap untuk main di partai keempat guna mengantisipasi Sindhu bila memperoleh kemenangan atas Fitriani.

“Kami nggak kepikirian apa-apa, mikirnya cuma mau kasih yang terbaik. Kalau sudah melakukan yang terbaik, pasti hasilnya akan baik juga. Di game pertama kami memang menang cukup mudah, namun pada game kedua mereka lebih berani dan lebih menekan kami,” ucap Anggia, seperti dilansir laman resmi PBSI, Jumat (9/2/2018).

“Kami sudah siap untuk turun di partai keempat karena kami antisipasi Sindhu yang jadi tunggal pertama India memang lebih diunggulkan dari Fitri,” lanjut Anggia.

“Di awal permainan kami agak tegang, karena kami kan juga penentu kemenangan tim. Tetapi kami bisa mengatasi hal ini,” beber Ketut.

Tidak hanya Anggia/Ketut, Hanna pun menerangkan bahwa kemenangan yang didapatnya karena dirinya mampu bermain tenang. Terlebih lagi, Hanna juga sudah pernah berhadapan dengan Sri Krishna Priya Kudaravalli, sehingga membuatnya lebih percaya diri.

“Saya sudah pernah ketemu lawan, jadi saya sudah tahu permainan dia seperti apa dan rasanya jadi percaya diri saja. Di game pertama saya memang bermain tenang, namun pada game kedua maunya buru-buru selesai. Jadi saya banyak mati-mati sendiri,” jelas Hanna.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini