Image

Iannone Prediksi Balapan Awal Musim MotoGP 2018 Akan Sengit

Bagas Abdiel, Jurnalis · Sabtu 10 Februari 2018 02:24 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 09 38 1857402 iannone-prediksi-balapan-awal-musim-motogp-2018-akan-sengit-ZwF0eNqo0n.jpg Andrea Iannone (Foto: AFP)

HAMAMATSU – Pembalap Tim Suzuki Ecstar, Andrea Iannone, mengatakan situasi awal musim MotoGP 2018 tampaknya akan seperti musim lalu. Menurutnya, sejumlah pembalap diprediksi akan tampil cepat pada awal musim ini dan persaingan akan sangat ketat.

Namun begitu seperti halnya musim 2017, setelah empat atau lima balapan, para pembalap yang tak mampu bertahan akhirnya melempem. Hal tersebut pula yang dialami Iannone ketika melakoni balapan MotoGP pada musim lalu.

Pembalap berjuluk The Maniac Joe itu pada musim lalu mampu menunjukkan ketangguhannya bersama Suzuki Ecstar saat menjalani tes pramusim dan tiga balapan pembuka di Qatar, Argentina dan Amerika Serikat. Tetapi setelah balapan tersebut, ia tiba-tiba mengalami kesulitan.

Baca juga Meregalli: Pendapat Rossi Soal Motor Yamaha Musim 2018 Lebih Berharga ketimbang Vinales

“Saya pikir setelah empat atau lima balapan, akan mungkin untuk melihat tingkat yang sangat baik. Bagian pertama musim ini selalu berbeda, seperti halnya tahun lalu. Dalam tes banyak pembalap cepat, tapi setelah empat atau lima balapan Anda akan melihat kenyataannya,” ungkap Iannone, mengutip dari Crash, Sabtu (10/2/2018).

Musim lalu persaingan ketat terjadi pada awal kala tiga pemenang berbeda naik podium pertama di empat balapan pembuka. Tetapi kemudian, dominasi akhrinya dimiliki Marc Marquez dan Andrea Dovizioso yang bersaing untuk perebutan gelar juara dunia hingga seri terakhir balapan.

Baca juga Miller: Mengendarai RC213V Bagaikan Berada di Ujung Pisau

Belajar dari pengalaman tersebut, pembalap berpaspor Italia itu mengambil banyak pelajaran. Hal yang paling utama bagi Iannone untuk konsisten di kejuaraan tersebut adalah selalu tampil cepat. Ini juga yang terus dipikirkan rekan setim Alex Rins itu untuk mengarungi musim 2018.

“Jika saya start dari belakang, tapi waktu putarannya lebih cepat dan lebih baik, sangat mungkin untuk memenangkan perlombaan. Jika saya start dari pole, tapi kecepatan waktu putaran saya lambat, saya pasti tidak akan menang. Kecepatan selalu yang terbaik,” tutupnya.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini