5 Pesepeda Indonesia Jadi Andalan di Kejuaraan Asia 2018

Deden Rochman Saputro, Jurnalis · Kamis 08 Februari 2018 20:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 08 43 1856850 5-pesepeda-indonesia-jadi-andalan-di-kejuaraan-asia-2018-JhKg2wBkOo.jpg Balap sepeda (Foto: ANTARA)

JAKARTA - Dua pesepeda Indonesia, Jamal Hibatulloh dan Aiman Cahyadi menjadi andalan Kontingen Merah Putih pada Kejuaraan Asian Road Cycling Championship 2018 di Nay Pyi Taw, Myamnar, 8-12 Februari 2018. Ajang balapan sepeda itu khusus untuk nomor individual road race (IRR) atau jalan raya.

Manajer Timnas Sepeda Indonesia, Budi Saputra, menyampaikan selain Jamal Hibatulloh dan Aiman Cahyadi, ada satu lagi pesepeda Indonesia yang diturunkan yaitu Robin Manullang yang bakal turun di nomor Individual Time Trial (ITT).

"Untuk road race mengirimkan tiga pebalap saja. Dua turun di IRR dan satu turun di ITT. Hari ini mereka berangkat bersama ke Myanmar," ujar Budi, seperti dilansir Antara, Kamis (8/2/2018).

Budi menuturkan ketiga pesepeda yang dikirim ke Myanmar dinilai mumpuni untuk bersaing dengan pesepeda Asia lainnya. Sebelumnya, ia mengaku mendapat banyak masukan sebelum menentukan wakil Indonesia di kejuaraan tersebut.

Jamal Hibatulloh merupakan pesepeda Indonesia terbaik pada Tour de Singkarak 2017. Namun, ia absen di Tour de Indonesia 2018 lantaran terdapat masalah dengan timnya yaitu KFC Cycling Team meski memiliki potensi.

Tak tampil di Tour de Indonesia 2018 yang memiliki level 2.1, dinilai bakal membuat naluri kompetisi Jamal menurun mengingat kejuaraan PB ISSI adalah pembuka musim ini. Banyak pesepeda Asia turun termasuk sang juara yaitu Ariya Phounsavath dari Laos yang saat itu memperkuat Thailand Continental Cycling Team.

Sementara, Aiman Cahyadi, merupakan pesepeda asal Bandung yang memiliki bekal yang baik karena mampu keluar sebagai yang terbaik di Tour de Indonesia 2018 bersama Team Sapura Cycling Malaysia.

Robin Manullang juga memiliki kemampuan gemilang. Meski tidak segemilang Aiman, pesepeda asal Kalimantan Timur ini mempunyai pengalaman yang cukup di ITT. Prestasi terbaiknya adalah meraih emas ITT SEA Games 2015 Singapura.

Selain tiga pesepeda tersebut, PB ISSI juga memberangkat dua pesepeda yang berasal dari komunitas. Kedua pesepeda tersebut adalah Roy Aldrie dan Frederick M yang bakal turun di kelas master 39-44 tahun.

"Untuk dari komunitas, ini adalah yang pertama kali dikirimkan. Kami berharap mereka juga mampu bersaing dengan pebalap Asia yang lain," pungkasnya.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini