Image

Greysia/Apriyani Termotivasi dengan Kemenangan Fitriani

Bagas Abdiel, Jurnalis · Kamis 08 Februari 2018 16:35 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 08 40 1856671 greysia-apriyani-termotivasi-dengan-kemenangan-fitriani-ZsMxfwH6NY.jpg Greysia Polii/Apriyani Rahayu (Foto: PBSI)

ALOR SETAR – Ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu mengaku termotivasi dengan kemenangan Fitriani yang tampil sebagai tunggal pertama kala menghadapi China. Pasalnya pada laga tersebut, pemain berusia 19 tahun itu berhasil meraih kemenangan mengejutkan setelah mengalahkan Chen Yufei.

Turun sebagai tunggal pertama, Fitriani berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik. Bermain selama satu jam tujuh menit, pemain kelahiran Garut itu berhasil menghentikan perlawanan tunggal utama China tersebut dengan skor 16-21, 21-12, dan 21-15.

Greysia yang tampil di partai kedua bersama Apriyani Rahayu mengaku keduanya sangat termotivasi untuk bisa meneruskan keberhasilan Fitriani. Menghadapi pasangan pelapis China yakni Du Yue/Li Yunhui, pasangan peringkat tujuh dunia itu menang dengan skor 21-18 dan 21-12.

Baca juga Indonesia Tumbangkan China 3-2 di Kualifikasi Piala Uber 2018 Zona Asia

“Puji Tuhan Fitri bisa ambil partai pertama, ini menambah kepercayaan diri kami di partai selanjutnya. Menurut saya ini berpengaruh ke mental adik-adik saya di tim, mudah-mudahan selalu on fire dan tidak menyerah,” ungkap Greysia, mengutip dari laman resmi PBSI, Kamis (8/2/2018).

Meski pada laga ketiga, Gregoria Mariska Tunjung sempat menghentikan api Greysia dan kawan-kawan, tetapi partai keempat akhirnya kembali menjadi milik Indonesia. Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta sukses mengandaskan ganda China yakni Cao Tong Wei/Yu Zheng dengan skor 21-14, 19-21, dan 23-21.

Baca juga Fitriani Buka Kartu soal Kemenangannya atas Chen Yufei

Sayang pada partai kelima, Ruselli Hartawan gagal melengkapi kemenangan Indonesia. Namun begitu, Greysia berharap bahwa kondisi ini diharapkan bisa berlanjut hingga ke babak selanjutnya. Maka dari itu konsistensi jelas menjadi kunci kesuksesan Indonesia untuk tampil di babak perempatfinal nanti.

“Melawan China jangan dianggap hal yang luar biasa, main itu hasilnya kalau enggak menang ya kalah. Kalau pertandingan masih 0-0 ya kita masih ada harapan. Semoga besok lebih konsisten,” tutupnya.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini