Image

Pabrikan Dukung Pengurangan Tes Uji Coba MotoGP Mulai 2019

Laili Rabiul Awaliah, Jurnalis · Minggu 14 Januari 2018 23:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 14 38 1844777 pabrikan-dukung-pengurangan-tes-uji-coba-motogp-mulai-2019-3XOLLkN47B.jpg Lin Jarvis (Foto: MotoGP)

LESMO – Para pabrikan terkemuka MotoGP menyatakan dukungannya terhadap rencana untuk mengurangi jumlah tes uji coba dari tiga menjadi dua mulai musim 2019. Dengan dua penambahan seri selama dua tahun ke depan, diyakini MotoGP hanya akan meminimalisasi tes uji coba sebagai bentuk kompensasi bertambahnya jadwal balapan.

Selain itu, masuknya negara Thailand pada kalender 2018 akan menghasilkan balapan MotoGP sebanyak 19 seri. Hal itu menjadikannya musim tersibuk untuk kejuaraan dunia musim ini. Sedangkan kembalinya Finlandia sebagai tuan rumah 2019 juga meningkatkan balapan MotoGP menjadi 20 seri dalam satu musim.

(Baca juga: FIM Instruksikan Para Pembalap Gunakan Airbag saat Balapan)

CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, sebelumnya berjanji tidak akan melebihi jumlah tersebut. Akhir musim lalu, para pembalap menjalani dua hari tes di Valencia pada November 2017. Setelah itu, mereka masih menghadapi sembilan hari tes di tiga sirkuit berbeda, yakni Sepang (Malaysia), Buriram (Thailand), dan Losail (Qatar).

Bos Tim Yamaha, Lin Jarvis mengatakan 20 seri balapan itu sangat banyak. Tidak hanya untuk para pembalap tapi juga bagi teknisi tim.

“Menjalani tiga tes uji coba selalu melelahkan di penghujung tahun, terlebih pada 2018 ada balapan tambahan Thailand di luar Eropa. Yang pasti, kami tidak ingin lebih dari 20 balapan. Menurut saya, jika kami menjalani 20 balapan, kami harus mengurangi tes. Saya yakin ada rencana lebih baik untuk mengurangi tes pramusim menjadi satu agar dapat keseimbangan,” ujar Jarvis, mengutip dari Motorsport, Minggu (14/1/2018).

(Baca juga: Jarvis Pikirkan Masa Kontrak Pembalapnya yang Akan Habis di Akhir 2018)

Sementara itu, mantan Team Principal Repsol Honda, Livio Suppo, menambahkan lebih baik berpacu untuk balapan dibandingkan harus menjalani tes uji coba di penghujung musim.

“Untuk aturan tes, situasinya sekarang baik-baik saja. Untuk 20 balapan itu lebih dari cukup. Mengingat hal itu tidak mudah menemukan satu pekan menjalani tes. Saya rasa keterbatasan tes dipersilakan,” tambah Suppo.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini