Image

FIM Instruksikan Para Pembalap Gunakan Airbag saat Balapan

Nanda Karlita, Jurnalis · Minggu 14 Januari 2018, 14:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 14 38 1844725 fim-instruksikan-para-pembalap-gunakan-airbag-saat-balapan-SDkfdK88Q0.jpg Ilustrasi Airbag pada baju pembalap (Foto: GPOne)

MIES – Gelaran MotoGP memang selalu menghadirkan aksi-aksi pembalap yang cukup membahayakan para rider-nya. Bahkan tak jarang di setiap balapan, beberapa pembalap sering bersenggolan atau kecelakaan.

Namun setelah MotoGP 2018, federasi balap motor tertinggi di dunia (FIM) ingin memberikan desain baru untuk baju para pembalap yang digunakan saat balapan. Setelah musim 2018, FIM sendiri meminta desain baju yang dilengkapi dengan kantung udara.

(Baca juga: Perjuangan Rossi Raih Gelar Ketujuh di MotoGP 2005)

Nantinya kantung udara tersebut akan terpasang di baju balap para rider yang letaknya berada di sekitar tengkuk hingga bahu. Selain di daerah atas badan pembalap, di bagian selangkangan juga kabarnya akan dipasang kantung udara.

FIM juga menyebut bahwa daerah punggung menjadi bagian yang wajib untuk dilindungi saat balapan berlangsung. Namun, FIM tak ingin membatasi kreativitas dari pabrikan untuk mendesain baju balap mereka.

Meski demikian, FIM tetap meminta pabrikan untuk memikirkan mengenai morfologi para pembalap. Sehingga tubuh dari para rider yang terbentur tanah saat mengendarai motor dengan cepat.

Hal itu tentu dimaksudkan agar pembalap bisa terhindar dari cedera parah saat kecelakaan. Maklum saja, kejadian yang merenggut nyawa Marco Simoncelli memang terbilang menyita banyak perhatian khususnya pada keselamatan yang menaungi para pembalap.

(Baca juga: Lorenzo Sebut Marquez sebagai Rider Agresif)

Namun FIM meragukan para pabrikan akan segera membuat desain baju balap yang dilengkapi kantung udara bagi para test rider. Maklum saja, test rider hanya memiliki tiga kali kesempatan untuk menunggangi motor pabrikan.

Sementara itu, aturan ini belum diberlakukan oleh FIM karena mereka masih meragukan mengenai fleksibilitas gerak si pembalap itu sendiri. FIM tak ingin adanya penambahan kantung udara membatasi fleksibilitas pembalap.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini