PBVSI Tegaskan Pemotongan Anggaran Takkan Pengaruhi Kegiatan Pelatnas

ant, Jurnalis · Kamis 11 Januari 2018 05:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 11 43 1843240 pbvsi-tegaskan-pemotongan-anggaran-takkan-pengaruhi-kegiatan-pelatnas-pKDHRgOK8a.jpg Ketua INASGOC, Erick Thohir (Foto: Antara)

JAKARTA - Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) menyatakan pemotongan anggaran dari yang diusulkan dalam proposal persiapan Asian Games 2018 mereka, tidak mempengaruhi persiapan pemusatan latihan nasional (pelatnas) cabang bola voli.

"Adanya pemotongan anggaran itu bagi kami di voli tidak berpengaruh pada persiapan pelatnas, semuanya masih sama, program latihan dan fasilitas yang diterima atlet," kata Ketua Bidang Pertandingan dan Kompetensi Pengurus Pusat PBVSI Hanny Sukarti di Jakarta, Rabu.

Hanny melanjutkan hal tersebut lantaran pihaknya menilai pemerintah ingin melakukan efisiensi anggaran sehingga mereka lebih memilih untuk melakukan penyesuaian alih-alih memaksakan realisasi anggaran yang disampaikan di proposal.

"Lagi pula kami memang mengajukan anggaran yang masuk akal yang sesuai dengan kebutuhan kami dan peluang prestasi kami, terlebih itu adalah uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan dengan baik dan benar," ujar dia.

Kendati demikian, Hanny menegaskan pemotongan anggaran tersebut tidak akan mempengaruhi kualitas program pembinaan dan fasilitas di Pelatnas bola voli sendiri.

"Tidak akan ada penurunan kualitas di Pelatnas, semua akan tetap sama, dengan kami memiliki fasilitas pelatnas sendiri di Sentul, Bogor, itu juga setidaknya membantu kami. Dan jika nanti kami menghadapi kekurangan anggaran selama pelatnas, akan kami coba cari dari sumber lainnya," ucap dia.

Adapun PBVSI yang akan menurunkan dua cabang yakni bola voli dalam ruangan dan bola voli pantai, mengalami penurunan anggaran dari proposal pengajuan pelatnas yang termasuk sedikit. Voli dalam ruangan mengajukan sekitar Rp10,2 miliar menjadi Rp9,78 miliar, sedangkan voli pantai mengalami pemotongan anggaran dari sekitar Rp7,2 miliar menjadi 6,91 miliar.

"Sebenarnya bagi kami itu masih realistis. Jikapun nantinya tetap kami membutuhkan anggaran lebih dan tidak dapat sumber lain, mungkin penyesuaiannya adalah di tim pendukung dari tim nasional itu sendiri," tutur Hanny.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini