nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Penyebab Keterpurukan Lorenzo di MotoGP 2017

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018 03:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 11 38 1843750 ini-penyebab-keterpurukan-lorenzo-di-motogp-2017-ug6yTdfflM.jpg Pembalap Tim Ducati Corse, Jorge Lorenzo (Foto: AFP)

BOLOGNA – Tentunya bukan rahasia lagi bahwa gelaran kejuaraan MotoGP 2017 menjadi musim terburuk bagi Jorge Lorenzo. Bagaimana tidak, dari 18 kali seri balapan yang dilakoni pembalap asal Spanyol itu di musim 2017, Lorenzo tak mampu satu pun mendapat kemenangan.

Banyak pihak yang menilai bahwa keterpurukan Lorenzo tersebut dikarenakan si pembalap belum beradaptasi dengan baik terhadap tim barunya, Ducati Corse. Seperti diketahui, sebelumnya, selama sembilan tahun pembalap berjuluk X-Fuera itu berkarier di kelas MotoGP, Lorenzo hanya membela satu tim saja, yakni Yamaha, dan hanya menunggangi motor keluaran tim tersebut.

(Baca juga: Begini Cara Tim Ducati Tingkatkan Performa Para Pembalapnya)

Bersama Yamaha, Lorenzo sukses meraih banyak kejayaan, termasuk di antaranya tiga kali meraih gelar juara dunia MotoGP. Bahkan, bersama Yamaha, setiap musimnya, Lorenzo tak pernah gagal untuk memenangkan seri balapan, meskipun hanya satu kali. Maka dari itu, musim 2017 yang tak memberikan kemenangan sama sekali bagi Lorenzo dinilai sebagai musim terburuknya di ajang MotoGP.

Lorenzo sendiri pun tak ingin mencari-cari banyak alasan. Pembalap bernomor motor 99 itu mengakui bahwa dirinya memang belum mampu beradaptasi dengan baik dengan Desmosedici. Lorenzo menerangkan bahwa dirinya kesulitan untuk bisa mendapatkan feeling dengan bagian depan motor.

Tidak hanya itu, Lorenzo juga menerangkan bahwa dirinya tidak mampu mengemudikan Desmosedici dengan gaya membalap yang dimilikinya selama ini. Namun, pembalap 30 tahun itu tak ingin terlalu membesarkan hal tersebut, karena ia meyakini hanya masalah waktu saja baginya untuk bisa benar-benar menyatu dengan Desmosedici.

“Ini sangat sulit, utamanya di awal musim, kami tidak memiliki fairing baru yang membuat saya lebih percaya diri dengan bagian depan. Saya harus mengemudikan motor dengan gaya yang berbeda dari apa yang biasanya saya lakukan. Namun, seperti yang Anda lihat, ini hanya masalah waktu,” ujar Lorenzo, mengutip dari Motorsport, Jumat (12/1/2018).

Meski 2017 menjadi musim yang cukup mengecewakan bagi Lorenzo, namun ia turut bergembira dengan hasil yang diraih rekan satu timnya, Andrea Dovizioso. Kebalikan dari Lorenzo, 2017 justru menjadi musim terbaik bagi Dovi. Tercatat, di musim tersebut Dovi memenangkan enam seri balapan dan mengakhiri musim sebagai runner­­-up kejuaraan.

“Enam kemenangan untuk Andrea, cukup bagus pada paruh kedua musim kejuaraan 2017 dari sudut pandang saya. Saya kira kami akan cukup siap bertarung memperebutkan gelar juara dari awal, mencoba lagi memenangkan kejuaraan (musim 2018),” tuntas Lorenzo.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini