Image

Usaha Kontingen Indonesia Finis 10 Besar di Asian Games 2018

Deden Rochman Saputro, Jurnalis · Senin 08 Januari 2018, 10:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 08 43 1841538 usaha-kontingen-indonesia-finis-10-besar-di-klasemen-medali-asian-games-2018-Gg3oUrZ0uu.jpg Triyaningsih atlet andalan Indonesia di cabang olahraga atletik. (Foto: ANTARA/Wahyu Putro))

PERHELATAN Asian Games 2018 bakal terselenggara di Indonesia pada 18 Agustus-2 September dengan total 40 cabang olahraga (cabor) dan diikuti oleh 45 negara. Jakarta dan Palembang akan menjadi kota utama penyelenggaraan pesta multicabang terbesar se-Asia empat tahunan tersebut.

Prestasi Indonesia di ajang multi-event terbaik sejauh ini dicapai pada Asian Games 1962 saat menjadi tuan rumah. Saat itu, kontingen Merah Putih menempati posisi runner-up dengan mengumpulkan 11 emas, 56 perak, dan 23 perak, tepat di bawah Jepang yang keluar sebagai juara umum (73 emas, 56 perak, dan 23 perunggu).

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, menargetkan Kontingen Indonesia masuk 10 besar pada ajang Asian Games edisi ke-18. Terlebih Indonesia bertindak sebagai tuan rumah, Imam pun berharap bukan hanya sukses penyelenggaraan tetapi juga sukses pencapaian prestasi.

“Target Indonesia di Asian Games 2018 adalah masuk 10 besar. Dengan catatan kita harus minimal meraih 20 medali emas untuk mencapai target itu. Apalagi kita sebagai tuan rumah harus bisa sukses penyelenggara dan juga prestasi," ujar Imam, saat menghadiri Countdown Asian Games 2018 di Monumen Nasional (Monas) pada 18 Agustus 2017.

(Foto: ANTARA/Puspa Perwitasari)

Melihat persaingan pada tahun depan, Indonesia tentu memiliki tantangan besar untuk sukses mencapai target prestasi dan juga sebagai penyelenggara. Negara-negara kuat Asia, yakni China, Jepang, dan Korea Selatan menjadi pesaing utama. Selain itu, negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara, Thailand dan Malaysia juga siap memberikan persaingan.

Indonesia harus segera berbenah diri dalam mempersiapkan sejumlah atletnya untuk berunjuk gigi di pentas Asian Games 2018. Terlebih pada SEA Games 2017 menjadi prestasi terburuk kontingen Merah Putih sepanjang sejarah ajang dua tahunan tersebut sejak 1977.

Kontingen Indonesia hanya finis di posisi lima besar klasemen akhir dengan raihan total 191 medali, yakni 38 emas, 63 perak, dan 90 perunggu. Perolehan medali Indonesia kalah dari tuan rumah, Malaysia yang keluar sebagai juara umum SEA Games 2017. Negeri Jiran itu mengumpulkan 145 emas, 92 perak, dan 86 perunggu.

Pada ajang Asian Games 2014 di Korea Selatan (Korsel), posisi Indonesia berada di peringkat 17 dengan mengoleksi empat emas, lima perak, dan 11 perunggu. Sementara China menjadi juara umum (151 emas, 109 perak, 85 perunggu) disusul Korsel (79 emas, 70 perak, 79 perunggu) dan Jepang (47 emas, 77 perak, 76 perunggu).

Jelang Asian Games 2018, Menpora pun menuturkan proses pengajuan uji coba dari tiap cabor tak akan serumit persiapan SEA Games 2017. Pengajuan tersebut bisa langsung melalui Kemenpora, bukan lagi Sekretaris Negara (Sesneg).

“Ke depan prosedurnya cukup dengan tanda tangan Menpora saja. Selain itu, ke depan harus mengurangi birokrasi olahraga yang begitu panjang, dri menteri lalu ke cabor. Baik itu nanti efektivitas dan efisiensi di Prima sendiri, maupun cara kerja Prima berkomunikasi dengan cabang olahraga, harus lebih fleksibel dan terbuka karena cabor harus kita berikan porsi yang lebih besar," ungkap Imam.

Lebih lanjut, Imam menyebut pemusatan rekam medik atlet dilakukan di Pusat Permberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional, Cibubur, Jakarta. Terkecuali untuk beberapa cabor yang memiliki Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) sendiri.

“Jadi seluruh rekam medik atlet dipusatkan di sana. Pemanfaatan sport science di sana, tes fisik, dan psikologis di sana, sehingga ke depan kita punya data base tentang rekam jejak mereka, sejak sekarang sampai berikutnya. Kecuali cabor dengan pelatnas sendiri, seperti voli, badminton, tapi yang lain harus ikuti apa yang sudah diputuskan,” jelasnya.

Pencapaian di SEA Games 2017 sudah sepatutnya dijadikan evaluasi besar bagi Indonesia yang bakal menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, Kontingen Merah Putih sudah seharusnya mampu meraih prestasi terbaik di kancah internasional.

Pemerintah harus dapat memenuhi berbagai elemen pendukung untuk Kontingen Indonesia, seperti tryout (uji coba) atlet sebagai pemanasan dan pemenuhan sarana latihan bagi atlet guna mencapai target 10 besar di Asian Games 2018. Venue pertandingan untuk 40 cabor pun harus segera disiapkan dengan baik agar mendapat respons positif dari peserta ajang tersebut.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini