Image

Gasly Sebut Kursi F1 Tak Selamanya Bergantung dengan Uang

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 08 Januari 2018 23:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 08 37 1841983 gasly-sebut-kursi-f1-tak-selamanya-bergantung-dengan-uang-8HN6Ev6wAI.jpg Pierre Gasly (Foto: AFP)

FAENZA – Pembalap Toro Rosso, Pierre Gasly, yakin keberhasilannya bergabung dengan tim adalah bukti bahwa ia bisa memasuki dunia Formula One (F1) tanpa membutuhkan dukungan financial yang besar.

Musim ini Gasly akan memulai debut penuhnya selama satu musim bersama Toro Rosso setelah dipromosikan pada akhir musim 2017 sebagai pengganti Daniil Kvyat. Pembalap berusia 21 tahun tersebut mampu bergabung dengan tim Austria tersebut berkat kemampuannya mengendalikan kemudi di dalam kokpit.

Hal ini tentunya sangat berbeda dengan para pembalap umumnya yang mengandalkan kekuatan finansial mereka untuk masuk ke dalam olahraga. Hal ini tentunya mengingatkan pada usaha Lance Stroll dan Sergey Sirotkin yang menggandeng kekuatan financial untuk bergabung dengan Williams.

Oleh sebab itu, Gasly yang bergabung dengan Toro Rosso memanfaatkan kemampuan balapnya merasa ini akan menjadi bukti bahwa pembalap berbakat masih mampu mengamankan tempat dal kursi balap.

Baca Juga:

(Terpuruk Selama 3 Musim, Honda: Saya Memahami Kekecewaan Alonso)

“Pada akhirnya, kami semua tahu hal itu tidak selalu mengenai kinerja. Anda harus memiliki dukungan yang kuat. Saya tidak memiliki manajer, jadi saat ini saya seorang diri. Saya mampu melawan semua hiu besar di padang rumput ini dan mencoba untuk membuat tempat saya,” terang Gasly, sebagaimana diberitakan Planet F1, Senin (8/1/2018).

“Saya sangat senang bisa melakukannya tanpa manajer dan tanpa membayar tempat duduk saya. Karena sekarang ini cukup sulit untuk membuatnya, jadi saya kira ini cukup bagus bagi para pembalap muda. Masih ada kemungkinan dan Anda bisa membuatnya. Ini tidak semuanya tentang uang, mungkin saja kami melakukannya tanpa itu,” lanjutnya.

“Saya telah memenangkan 2.0 Eurocup dan saya hijrah menuju GP2. Saya sukses memenangkan GP2 dan saat itu saya menjadi pembalap termuda kedua yang memenangkan GP2 setelah Nico Rosberg. Saya merupakan salah satu pembalap termuda yang memenangkan GP2, jadi mengapa saya tidak pergi menuju F1,” tuntasnya.

(lsk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini