Image

Haas Rencanakan Bantuan Sponsor dari Luar Tim

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 08 Januari 2018 03:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 07 37 1841417 haas-rencanakan-bantuan-sponsor-dari-luar-tim-hp37gXwpK8.jpg Haas 2017 (Foto: AFP)

CALIFORNIA – Bos Haas, Guenther Steiner, menegaskan timnya akan meminta dukungan sponsor dari pihak luar dalam waktu dekat. Pernyataan tersebut ia kemukakan ditengah kesulitan tim dalam mencari sponsor balap untuk memulai Formula One (F1) musim 2018.

Sejak tiba di F1 dua musim lalu, tim yang berbasis di California tersebut mengandalkan dana dari Haas Automation yang merupakan produsen mesin CNC yang didirikan oleh Gene Haas.

Anggaran tahunan sebagai tim papan tengah diperkirakan mencapai 130 juta USD atau setara Rp1,7 triiun. Itu berarti lebih dari dua pertiga pendapatan dipasok oleh Haas Automation, sementara sisanya sekira 13 juta USD atau Rp174 miliar berasal dari sponsor luar.

Melihat kondisi keuangan Haas yang kian lama kian menipis, Steiner menegaskan bahwa komposisi pendanaan tim di F1 seharusnya perlu dibalik. Mereka berencana untuk meningkatkan pendapatan sponsor dari luar dan mengurangi biaya dari pihak internal.

“Saya pikir itu menjadi prioritas kami. Hanya sulut untuk mendapatkan sponsor. Anda melihatnya di tim lain, tim besar, mereka semua berjuang mencari sponsor. Namun, bagi kami yang notabene tim yang lebih kecil, tentunya hal itu jauh lebih sulit,” terang Steiner, sebagaimana dilansir dari F1i, Senin (8/1/2018).

Baca Juga:

(Williams Segera Umumkan Sirotkin sebagai Pengganti Massa)

“Apa yang harus kami hindari adalah membiarkan diri kami terlalu murah. Karena sejak saat itu, maka nilai jual Anda tidak akan pernah pulih. Jika Anda menjual diri Anda dengan harga murah, Anda tidak akan pernah mendapatkan nilai untuk hal itu lagi,” tandasnya.

Ketika ditanya apakah tim asal Amerika Serikat ini terbuka untuk asosiasi mereka dengan produsen seperti halnya Sauber dan Alfa Romeo, Steiner mengaku tidak menutup kemungkinan tersebut.

“Kenapa tidak? Kami selalu membuka pembicaraan. Jika seseorang punya beberapa gagasan, ya, pastinya kami akan tertarik dengan hal itu. Tapi apakah itu prioritas kami? Mungkin tidak,” tuntasnya.

(lsk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini