Image

Wolff Mengaku Bingung dengan Performa Mercedes di Awal Musim 2017

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 08 Januari 2018 00:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 07 37 1841412 wolff-mengaku-bingung-dengan-performa-mercedes-di-awal-musim-2017-7lH5b32aYJ.jpg Mercedes ( Foto: AFP)

BRACKLEY – Tim Mercedes AMG Petronas, mengaku memiliki sedikit kebingungan dengan performa mobil balapannya pada awal musim 2017. Tim yang berbasis di Brackley tersebut sempat beberapa kali mengalami kekalahan saat berhadapan dengan Ferrari.

Mercedes berhasil meraih gelar juara F1 musim 2017, meski demikian Ferrari sempat membuntuti hasil positif The Silver Arrow –julukan Mercedes- dalam enam balapan. Tak aneh jika bos Mercedes, Toto Wolff menyebut mobil balap Mercedes, adalah diva dalam olahraga.

Mobil kami sempat keberatan pada awal musim 2017. Sejak saat itu kami berjuang untuk menggunakan ban ultrasoft baru Pirelli dengan benar. Namun, Mercedes akhirnya mengembangkan W08 dengan cukup baik dan memenangkan kedua kejuaraan dengan nyaman.

Perancang utama Mercedes, John Owen mengaku sempat kesulitan ketika hendak membangun mobil tersebut. Pasalnya mereka harus melakukan pendekatan forensik untuk merancang dan merekayasa. Selain itu ia juga mengimbau Mercedes untuk bekerja keras untuk memecahkan masalah yang ada.

Baca Juga:

(Williams Segera Umumkan Sirotkin sebagai Pengganti Massa)

“Dengan mobil ini, kami tidak memahaminya. Saya pikir istilah diva datang karena kami melakukan hal yang tidak terlihat seperti hal yang benar dan hal tersebut tidak merespon seperti apa yang kami inginkan,” tutur Owen, menyadur dari Motorsport, Senin (8/1/2018).

“Pada balapan awal, kami cukup kebingungan. Jujur saja, kami benar-benar tidak tahu harus berbuat apa. Sepanjang tahun, mobil kami mungkin lebih berat pada ban belakangnya, namun ada sebagian tim yang kelebihan berat pada ban depannya. Kami mencoba untuk menemukan cara terbaik untuk menjalankan mobil Anda dan menyeimbangkan kedua ujungnya,” lanjutnya.

“Kami menemukan lintasan seperti Silverstone, Montreal, Monza, Austin dan Suzuka. Ini adalah lintasan yang sangat bagus untuk kami. Tapi kami harus berjuang pada lintasan yang lebih lambat dan sirkuit yang lebih panas,” tuntasnya.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini