Mantan Pemilik Sauber Mengaku Sedih Melihat Nasib Timnya di F1

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Minggu 07 Januari 2018 21:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 07 37 1841411 mantan-pemilik-sauber-mengaku-sedih-melihat-nasib-timnya-di-f1-e8qCuPw3Hc.jpg Sauber (Foto:AFP)

HINWILL – Mantan pemilik Sauber, Peter Sauber, mengaku sedih melihat timnya dalam gelaran Formula One (F1). Pasalnya tim yang berbasis di Swiss tersebut telah banyak mengalami kemunduran dan harus berjuang untuk bersaing di lini tengah.

Pria berusia 74 tahun itu memang telah pensiun dari dunia F1. Meski demikian, ia mengaku belum bisa melepaskan hatinya terhadap olahraga yang telah membesarkan namanya tersebut. Terutama dengan Sauber yang merupakan mantan timnya.

Peter telah menyaksikan penurunan kinerja Sauber selama beberapa tahun terakhir ini. Sejak saat itu ia mengaku sakit, kerena krisis keandalan harus membuat timnya menderita dengan berjuang untuk melawan tim papan tengah dalam kompetisi.

Selain itu Peter juga menilai tim yang berbasis di Hinwill ini kurang mampu menunjukkan prestasinya. Namun, di saat bersamaan, ia juga bangga dengan warisan yang ia ciptakan saat memasuki F1 pada musim 1993.

Baca Juga:

(Williams Segera Umumkan Sirotkin sebagai Pengganti Massa)

“Penting bagi saya untuk lolos dari masalah ini. Seharusnya ini tidak akan terlalu sulit, karena pada dua tahun lalu kami sangat diuntungkan dalam olahraga. Untuk bertahan sebagai tim Swiss selama 25 tahun di kompetisi F1, sebenarnya adalah sebuah misi yang tidak mungkin. Hari ini, Sauber adalah tim tertua keempat setelah Ferrari, Williams dan McLaren,” tegas Peter, sebagaimana diberitakan F1i, Minggu (7/1/2018).

Peter melihat hubungan tim dengan Alfa Romeo sangatlah bermanfaat. Oleh sebab itu, ia tidak yakin bahwa Ferrari bisa menyingkirkan nama Sauber dari dunia F1

“Saya tidak percaya itu. Mungkin itu terjadi di Italia, dan itu akan baik-baik saja karena Alfa Romeo adalah sebuah nama yang membangkitkan gairah. Tapi saya tidak melihat nama Sauber mengambil tempat duduk di belakang. Saya hanya melihat penambahan Alfa Romeo sebagai sebuah apresiasi yang sangat jelas,” tandasnya.

(lsk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini