Sang Penakluk Usain Bolt Bantah Gunakan Doping

Bagas Abdiel, Jurnalis · Selasa 02 Januari 2018 00:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 01 43 1838519 sang-penakluk-usain-bolt-bantah-gunakan-doping-58X4qKMAH4.jpg Justin Gatlin dan Usain Bolt (Foto: AFP)

NEW YORK – Sprinter asal Amerika Serikat, Justin Gatlin, membantah telah menggunakan doping untuk menunjang performanya pada musim ini. Kabar tersebut muncul setelah sang pelatih yakni Robert Wagner dan Dennis Mitchell tertangkap kepolisian setempat sebagai pengedar narkoba.

Juara dunia 2017 nomor sprint 100 meter itu secara keras menyatakan diri tidak terlibat dalam kasus tersebut, apalagi memakainya doping. Hal itu sebagai bentuk pembantahan klaim atas pernyataan Wagner yang telah menuduh Gatlin mengambil obat-obatan yang tujunnya untuk meningkatkan performanya. Lebih lanjut, Mitchell mengatakan kepada media bahwa para atlet dapat lolos doping karena obat yang digunakan tidak dapat dideteksi dengan tes.

“Saya tidak menggunakan doping. Saya terkejut dan terkejut mengetahui bahwa pelatih saya ada kaitannya dengan muncul penangkapannya saat ini. Saya memecatnya begitu saya tahu tentang ini,” ungkap Gatlin, mengutip dari Mirror, Selasa (2/1/2018).

Baca juga Serena Williams Belum Pasang Target Pertahankan Gelar di Australia Open 2018

Meski begitu, Wagner akhirnya angkat bicara bahwa salah telah menuduh Gatlin menggunakan doping tersebut. Ia hanya berniat untuk mengesankan media karena sprinter berusia 35 tahun itu membuat prestasi yang fenomenal pada tahun ini dengan mengalahkan legenda sprinter Usain Bolt di Kejuaraan Dunia Atletik 2017 di London, Inggris.

“Saya mohon maaf kepada Gatlin, manajemen dan keluarganya karena telah mengatakan hal-hal yang salah tentang dia dan saya mohon maaf kepada atlet-atlet lain yang benar-benar tidak berdosa yang juga salah dengan tindakan saya,” ucap Wagner.

Baca juga Rafael Nadal Akan Lakoni Laga Ekshibisi Jelang Australia Open 2018

Memang reputasi Gatlin di dunia atletik sempat tercoreng setelah pernah terlibat dalam penggunaan doping pada 2001 dan 2006. Ia bahkan beberapa kali terkena skors yang membuat prestasinya jalan di tempat. Tetapi ia akhirnya mampu membuktikan diri pada 2017 dengan menurunkan tahta  Bolt untuk memenangkan mahkota dunia pada nomor 100 meter.

“Sepertinya media ingin membuat sensasi dan membuat saya nakal karena (telah mengalahkan) Usain yang seorang pahlawan. Tapi ayolah. Saya sudah melayani waktu saya dengan pelayanan ke masyarakat. Saya telah berbicara dengan anak-anak dan mengilhami mereka untuk berjalan di jalan yang benar. Hanya itu yang bisa saya lakukan,” tutupnya.

(lsk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini