nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah Tokyo Pangkas Anggaran untuk Olimpiade 2020

Bagas Abdiel, Jurnalis · Jum'at 22 Desember 2017 18:21 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 22 43 1834665 pemerintah-tokyo-pangkas-anggaran-untuk-olimpiade-2020-VymSEhmKRJ.jpg Olimpiade Tokyo 2020 (Foto: AFP)

TOKYO – Penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 telah mengumumkan anggaran untuk ajang empat tahun sekali itu telah dipangkas. Dana sebesar USD12,6 miliar atau sekira Rp170 triliun akan dipakai untuk ajang tersebut, setelah mengalami pemangkasan sebesar USD300 juta atau sekira Rp4 triliun dari anggaran sebelumnya.

Penyelenggara Olimpiade telah bekerja keras untuk memangkas biaya sebelumnya diperingkatkan akan melebihi batas. Komite Olimpiade Interasional (IOC) pun sangat antusias terhadap Tokyo yang memberi contoh baik dengan memotong biaya operasional.

Sementara itu pejabat Keuangan Tokyo 2020, Hidemasa Nakamura mengaku masih berupaya untuk bisa memangkas dana yang saat ini dirasa masih tinggi. Ia mengatakan Tokyo berambisi untuk menjadi tuan rumah penyelanggara yang baik, tapi memanfaatkan dana publik juga merupakan hal yang kurang pantas.

Baca juga 5 Atlet dengan Pacar atau Istri Terseksi

“Kami ingin memberikan suguhan yang fantastis, namun pada saat bersamaan kami tidak ingin menggunakan dana publik. Kami akan terus berupaya mengurangi (biaya) lebih jauh,” ungkap Nakamura, mengutip dari SBS, Jumat (22/12/2017).

Sedangkan pemerintah Metropolitan Tokyo telah menyumbang anggaran sebesar USD5,6 miliar atau sekira Rp75 triliun dan pemerintah pusat Jepang senilai USD1,4 miliar atau sekira Rp18 triliun. Tetapi pihak pemerintah Tokyo masih ingin mengurangi besarnya biaya.

“Kami masih melihat keseluruhan event dengan tujuan mengurangi biaya secara keseluruhan dan dalam prosesnya kami memerlukan penjelasan yang jelas dan menarik. Tidak hanya untuk warga Tokyo tetapi juga untuk semua warga Jepang,” ucap pejabat pemerintah Tokyo, Tetsushi Koyama.

Baca juga Jonas Folger Bermain Ski Sebelum Lakoni Tes Pramusim MotoGP Malaysia

Lebih lanjut Nakamura berharap pemotongan biaya ini mendapat kesan dari wakil presiden IOC yakni John Coates. Ia berharap Coates dapat mengatakan ‘Anda telah melakukan pekerjaan yang baik’ terhadap Jepang. Sebab sebelumnya Coates mengatakan bahwa penghematan biaya bisa dilakukan, tetapi juga harus tetap bijaksana.

“Saya pikir ada kebutuhan untuk mengecilkan biaya lebih lanjut di versi ketiga dan melanjutkannya di versi keempat (Desember 2018),” tutup Nakamura.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini