Pelatih Garuda Bandung Klaim Sudah Tahu Cara Kalahkan Satria Muda

ant, Jurnalis · Minggu 17 Desember 2017 18:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 17 36 1831746 pelatih-garuda-bandung-klaim-sudah-tahu-cara-kalahkan-satria-muda-4MDmodPHsM.jpg Skuad Garuda Bandung (Foto: Twitter Garuda Bandung)

BANDUNG - Seri II Liga Bola Basket Indonesia (IBL) Pertalite 2017-2018 yang digelar di GOR C-Tra Arena, Bandung, memasuki hari terakhir, Minggu, di mana dua tim Garuda dan SM saling berhadapan dan siap alami kekalahan perdana.

Di hari ketiga ini, dua dari tiga tim yang belum terkalahkan di IBL musim ini, Bank BJB Garuda Bandung serta Satria Muda (SM) Pertamina akan berhadapan mulai pukul 19.00 WIB.

Pertandingan ini diprediksi berjalan ketat sebab, seperti dikatakan sebelumnya, dua tim di Divisi Merah ini selalu menang di empat laga yang sudah diikuti.

Namun, sepertinya SM sedikit lebih unggul jika melihat catatan statistik sampai hari kedua seri II di Bandung.

SM merupakan tim dengan efektivitas tertinggi di IBL saat ini dengan persentase penciptaan skor dari "open play" mencapai 51 persen, sementara dengan jumlah partai serupa Garuda Bandung "hanya" punya 43 persen "field goals".

Kemudian, anak-anak asuh Youbel Sondakh tersebut masih menjadi tim yang tersubur di liga setelah di empat gim sebelumnya menorehkan rata-rata 91,5 poin per-laga. Adapun Garuda Bandung menorehkan rataan 73,5 poin per-pertandingan.

Sementara untuk urusan pertahanan, SM juga masih di depan dengan rata-rata membuat 34,75 "defensive rebound" perpertandingan atau ketiga terbaik di IBL setelah Stapac Jakarta dan Pelita Jaya EMP Jakarta.

Kubu Garuda Bandung sendiri membuat 31,25 defensive rebound per-partai.

Namun, kedua tim hampir sebanding jika ditilik dari jumlah kesalahan atau turn over yang dilakukan. SM membuat rata-rata 14,75 turn over per laga, sementara Garuda Bandung 16 turn over.

Meski statistik menunjukkan timnya tertinggal dari SM, pelatih Garuda Bandung, Andre Yuwadi, menyebut timnya akan berusaha memenangkan laga dengan strategi ala Garuda.

"SM berbahaya baik tembakan dua angka maupun tiga angka. Saya akan coba susun strategi untuk mengantisipasi itu, termasuk bagaimana menghentikan Dior Lowhorn yang sangat dominan," ujar Andre.

Center asal Amerika Serikat Dior Lowhorn memang menjadi momok bagi setiap lawan SM di IBL. Pemain bertinggi 201 centimeter itu rata-rata membuat 22 poin dan 10,25 rebound per-pertandingan.

Selain itu, SM dikenal sebagai tim dengan kekuatan merata di semua lini dan tidak terlalu bergantung kepada pemain asing dan memiliki sumber poin lain seperti Hardianus, Juan Laurent sampai, jika fit, Arki Dikania Wisnu.

Situasi ketidakbergantungan ini mirip dengan situasi di Garuda Bandung. Pasalnya, dua pemain impor Garuda Davin Matthews dan Roderick Flemings masih kerap salah pengertian sehingga penampilan mereka masih kurang maksimal.

Beruntung Garuda masih memiliki pemain lokal sekaliber Diftha Pratama, shooter sekaligus kapten yang di IBL musim ini membuat rata-rata 14,25 poin per-gim.

Melihat semua fakta di atas, Garuda Bandung butuh usaha ekstra untuk menaklukkan Satria Muda. Untuk menang, Garuda harus menghentikan "ledakan" pemain asing SM sembari memanfaatkan setiap momentum termasuk melalui "fast break" dikala lawan melakukan kesalahan.

Bagi SM, agar bisa mengalahkan Garuda, mereka cukup bermain seperti biasa yaitu tajam sekaligus disiplin dalam bertahan.

Dan tentu di tengah perjuangan kedua tim untuk menang, mereka harus siap dengan satu hal pasti: salah satu dari Garuda atau SM akan menderita kekalahan pertamanya musim ini.

(mrh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini