Image

Terapkan Regulasi Baru, Presiden FIA Harapkan Mesin F1 Musim 2021 Dapat Digunakan di Le Mans

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 08 Desember 2017, 04:55 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 08 37 1827093 terapkan-regulasi-baru-presiden-fia-harapkan-mesin-f1-musim-2021-dapat-digunakan-di-le-mans-DjvtzsDJkT.jpg

PARIS – Presiden Federasi International Automotive (FIA), Jean Todt, berharap mesin Formula One (F1) untuk musim 2021 dapat disesuaikan untuk dipergunakan di Sirkuit Le Mans, Prancis.

Rencana untuk menggunakan ‘mesin dunia’ memang dibatalkan saat peraturan F1 diperkenalkan pada musim 2014. Namun, Todt mengatakan peraturan baru yang digagas untuk musim 2021 merupakan kesempatan untuk mencoba kembali rencana yang telah gagal terlaksana tersebut.

“Saat ini kami memiliki peraturan mesin terpisah untuk setiap seri. Persyaratan untuk F1 dan World Endurance Championship hampir sama. Mesin F1 harus mampu melibas 5 ribu kilometer yang merupakan jarak Le Mans,” terang Todt, sebagaimana diberitakan Sportsmole, Jumat (8/12/2017).

“Memiliki satu konsep mesin yang akan menarik bagi produsen baru. Ini artinya setiap tim F1 bisa pergi ke Le Mans dengan tim mereka sendiri atau sebaliknya,” lanjutnya.

Baca Juga:

(Tersulut Emosi, Daniel Ricciardo Perlihatkan Gestur Tak Terpuji di FP2 GP Abu Dhabi)

Meski gagasan ini dianggap baik oleh FIA untuk perkembangan olahraga, namun banyak pertentangan yang diberikan oleh tim-tim papan atas. Salah satu tim yang aktif menentang keputusan ini adalah Ferrari dan Mercedes selaku dua teratas dalam kompetisi.

Ferrari bahkan mengecam peraturan tersebut dan memutuskan untuk mundur dari olahraga bila peraturan tersebut memang diterapkan usai F1 musim 2020. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh bos Ferrari, Sergio Marchionne.

Ia menilai keputusan tersebut sangat merugikan Ferrari. Tim berlogo Kuda Jingkrak tersebut, mengaku tidak ingin menghilangkan DNA yang sudah tertanam pada diri Ferrari. Pasalnya tim asal Maranello tersebut sudah sangat identik dengan kompetisi balap jet darat tersebut.

Sama halnya dengan Ferrari, Mercedes juga mengungkapkan hal serupa. Menurutnya sebagai sebuah produsen mesin yang memasok mesin untuk tim-tim F1 lainnya, hal tersebut dapat merugikan mereka.

Rencananya FIA akan menetapkan regulasi mesin yang lebih ramah biaya dan bersuara lebih nyaring ketimbang sebelumnya. Hal tersebut dinilai akan membuat banyak produsen mesin tertarik untuk bergabung dengan F1.

(lsk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini