Image

Tunggangi Motor di 2 Tim Berbeda, Vinales: Saya Tetap Bermimpi untuk Jadi Juara MotoGP

Nanda Karlita, Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 20:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 07 38 1826870 tunggangi-motor-di-2-tim-berbeda-vinales-saya-tetap-bermimpi-untuk-jadi-juara-motogp-GGrQHJPSmt.jpg Maverick Vinales (Foto: laman resmi MotoGP)

FIGUERES – Pembalap Tim Movistar Yamaha, Maverick Vinales, menuturkan beberapa pengalamannya selama menjadi joki dalam dua tim berbeda. Sebelum Vinales akhirnya memutuskan untuk menerima tawaran untuk menjadi pembalap utama Yamaha, pembalap kelahiran Spanyol itu dua musim di Tim Suzuki Ecstar.

Saat menunggangi motor Suzuki, Vinales mampu mencuri banyak perhatian. Meski di musim pertamanya pada MotoGP 2015 sempat melempem, Vinales mampu membuktikan kelasnya di kompetisi 2016. Pembalap yang kini berusia 22 tahun itu mampu finis di urutan keempat (202 poin) pada klasemen akhir MotoGP 2016.

(Baca juga: Suzuki Melempem di Musim 2017, Ini Komentar Maverick Vinales)

Meski hanya berada di tim yang terbilang bukan menjadi favorit, Vinales mengakui bahwa ia menerima segudang tekanan saat masih membela panji Suzuki. Bukan hanya dari timnya, melainkan keinginannya untuk bisa menjadi juara dunia yang selalu memotivasinya untuk tampil dengan hasil terbaik.

Impiannya itu kembali diterapkan oleh Vinales saat ia memulai musim bersama Yamaha. Pembalap yang diberi julukan Top Gun itu juga semakin termotivasi karena Yamaha memiliki rekor yang baik di MotoGP. Buktinya adalah selama delapan musim menaungi Jorge Lorenzo, Yamaha mengantarkan X-Fuera –julukan Lorenzo– juara dunia sebanyak tiga kali.

(Baca juga: Tunggangi Motor MotoGP, Alex Marquez Tiru Strategi sang Kakak dan Dani Pedrosa)

“Saat saya di Suzuki, saya sadar bahwa mereka tim kecil tapi memiliki target yang besar. Sama seperti apa yang saya inginkan. Saya selalu berharap bahwa kami bisa memiliki musim yang baik saat masih berada di Suzuki. Saya tidak hanya berpikir bisa masuk ke posisi 10 besar atau 5 besar saja,” ujar Vinales, mengutip dari Marca, Kamis (7/12/2017).

“Di Yamaha target itu juga selalu menghantui saya. Tapi tantangannya akan sedikit lebih ringan karena mereka (Yamaha) telah memiliki cukup pengalaman di MotoGP. Jadi jika saya ditanya mengenai tantangan mana yang lebih besar, saya akan menjawab keduanya. Karena baik Suzuki dan Yamaha, mereka ingin melihat pembalapnya keluar sebagai juara di akhir musim,” pungkasnya.

Di musim perdananya, Vinales sepertinya mampu beradaptasi dengan baik. Bersama Tim Garpu Tala itu, jawara Moto3 itu mampu finis di urutan ketiga dengan mengoleksi 230 angka pada klasemen akhir pembalap di MotoGP 2017.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini