nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gagal di China dan Hong Kong Open, Jonatan Christie dan Anthony Ginting Dievaluasi sang Pelatih

ant, Jurnalis · Kamis 23 November 2017 08:50 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 23 40 1818993 gagal-di-china-dan-hong-kong-open-jonatan-christie-dan-anthony-ginting-dievaluasi-sang-pelatih-lWd2Wz1Jga.jpg Jonatan akan dievaluasi PBSI. (Foto: Okezone/Heru Haryono)

JAKARTA - Hasil minor menimpa dua tunggal putra Pelatnas PBSI, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie dalam turnamen bulu tangkis Hong Kong Terbuka. Hal itu sekaligus mengakibatkan keduanya gagal tampil di Final Super Series 2017 Dubai.

Hasil buruk Hong Kong Terbuka di mana Anthony kalah dari wakil tuan rumah, Wong Wing Ki Vincent, 21-18, 11-21, 16-21. Sementara Jonatan dihentikan Wang Tzu Wei (Taiwan) 17-21, 13-21 membuat pelatih tunggal putra Hendry Saputra akan melakukan evaluasi anak-anak didiknya tersebut.

"Tentu akan dievaluasi. Kalau saya lihat untuk Anthony dari permainan memang ada kecepatan yang agak berkurang. Ini bukan menjadi alasan tapi ini yang dialami Anthony, kecepatan kakinya tidak bisa mengimbangi rancangan main yang diharapkannya," kata Hendry.

Hendry menilai Anthony merupakan pemain yang mengandalkan "speed power" sehingga harus punya kematangan menyikapi keadaan menang atau kalah angin sehingga memperolah hasil yang baik.

"Memang dari Prancis kemarin dia ada kena di lutut dan sekarang sudah lebih baik. Tapi dengan tempo main yang mengandalkan speed power, dia berarti harus konsisten terus. Nah masalah konsistennya ini saya rasa ada pengurangan sedikit. Ini tidak bisa jadi alasan. Tapi dari sisi pengalaman mental juangnya harus ada peningkatan. Karena mereka sering ketemu, ada pengaruh kematangan dan kepintaran di lapangan. Lawan agak lebih siap untuk bisa mengatasi serangan Anthony," tutur Hendry.

Khusus Jonatan, Hendry mengatakan akan meningkatkan variasi pukulan anak didiknya tersebut untuk mematikan lawan yang menurutnya, menjadi salah satu kekurangan Jonatan.

"Jonatan juga ada kendala di sini. Kalau Jonatan stroke-nya kurang variasi. Dengan jangkauan dan tenaga yang cukup, tapi dia punya teknik masih kurang variasi, kurang bisa menekan lawan, tidak sama dengan Anthony," ujar Hendry.

Hasil Anthony dan Jonatan di Hong Kong Terbuka 2017 ini tak lebih baik dari China Terbuka Super Series Premier 2017 pekan lalu. Anthony ketika itu kalah di babak satu dari wakil Hong Kong Ng Ka Long Angus dan Jonatan kalah dari lawan yang sama di putaran dua.

Sejak penampilannya di Korea Terbuka Super Series 2017, di mana Anthony menduduki podium utama dan Jonatan menjadi runner up, Hendry menilai penampilan keduanya masih belum konsisten.

"Kalau dilihat dari lawannya memang nggak gampang. Tapi kalau dilihat dari Korea Terbuka kemarin, saya harap mereka punya pengalaman yang lebih baik. Tapi masalah konsistensinya ternyata masih kurang. Namanya proses, ini yang mesti diadu. Pemain yang atas juga bisa mengalami hal seperti ini. Untuk semua pemain juga saya rasa perlu penguatan otot kaki, stamina juga perlu ditambahkan, untuk jangka panjang pertandingan," ujar Hendry.

Terkait dengan pupusnya peluang Anthony dan Jonatan bertarung di Final Super Series 2017 Dubai, Hendry mengaku tidak kecewa, walau dirinya tetap mengharapkan keduanya memiliki pengalaman main di sana.

"Kecewa sih tidak, tapi saya sebenarnya punya harapan itu. Karena suasananya kan beda. Tapi kalau lihat kondisi kakinya, saya yakin tidak maksimal. Saya perlu waktu untuk membuat mereka percaya diri. Jadi sekarang kami akan fokus akan pemulihan agar bisa lebih baik ke depannya," tutur Hendry.

(Ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini