Image

Gelar SSOAC 2017, Bayu Ardianto: Semoga Panah Tradisional Kembali Dipertandingkan di PON

Bramantyo (Okezone), Jurnalis · Jum'at 13 Oktober 2017, 18:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 13 43 1794972 gelar-ssoac-2017-bayu-ardianto-semoga-panah-tradisional-kembali-dipertandingkan-di-pon-Gk0Pxi8RDg.jpg Konferensi pers SSOAC 2017. (Foto: Bramantyo/Okezone)

SOLO - Ingin melestarikan panahan tradisional (Jemparingan) dan keinginan kuat agar masuk kembali dalam Pekan Olahraga Nasional (PON), Yayasan SIPAS (Semut Ireng Pop Archery Sriwedari) mencari bibit baru kelompok anak dan umum. Hal itu mereka lakukan dalam turnamen SIPAS Solo Open Archery Competition 2017 (SSOAC 2017).

Acara itu digelar selama tiga hari mulai tanggal 20-22 Oktober 2017 di Benteng Vastenberg Solo. Selain panahan tradisi (Jemparingan) juga digelar lomba panah Sandart Bo U-10, U-15, dan peserta umum.

Jumlah total 450 peserta untuk dua kategori lomba dan berasal dari seluruh wilayah Indonesia seperti Jawa Timur, Bali, Kalimantan (Tarakan), Jawa Barat, Lombok, Jateng dan DIY.

Uniknya lagi, dalam kompetisi panahan ini digelar ronde panahan tradisional (Jemparingan). Hal itu berlangsung pada hari terakhir perlombaan panahan di tanggal 22 Oktober 2017. Jenis yang dilombakan adalah panahan tradisi Mataram (Jemparingan).

"Uniknya lomba panah tradisional ini para peserta wajib menggunakan pakaian daerah asal para peserta. Selain itu juga harus menggunakan busur juga panah tradisional," jelas ketua panitia SSOAC 2017, Bayu Ardianto, Jumat (13/10/2017).

Penyelenggara memasukkan panahan tradisi (jemparingan) gaya Mataram agar bisa lebih dikenal dan populer di mata masyarakat. Hal itu demi terjaga kelestariannya sebagai warisan budaya.

Terpenting, Bayu berharap agar panahan tradisional dimasukkan kembali dalam cabang olahraga (Cabor) di arena Pekan Olahraga Nasional (PON). "Harapan kita panah tradisional kembali di ajang PON," tutupnya.

(Ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini