nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Usai Juara Asia Junior Championship, Rehan/Fadia Miliki Mimpi Menang di Olimpiade

Tatang Adhiwidharta, Jurnalis · Rabu 16 Agustus 2017 10:18 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 16 43 1756857 usai-juara-asia-junior-championship-rehan-fadia-miliki-mimpi-menang-di-olimpiade-xxcqxtGuj6.jpg

JAKARTA - Pasangan pebulutangkis muda Indonesia di nomor ganda campuran, Rehan Naufal Kusharjanto dan Siti Fadia Silva Ramadhanti dipastikan tidak akan turun dikelas perorangan dalam mengarungi kejuaraan internasional. Hal tersebut disampaikan Nova Widianto selaku salah satu pelatih ganda campuran PB PBSI.

Menurutnya, selain untuk menggali banyak potensi, main di kelas single dirasa sudah tak mungkin bagi pasangan tersebut. Justru, kelas single atau tunggal, menjadi pekerjaan rumah pelatih untuk mengorbitkan pemain baru.

“Kalau buat balik ke single, sebenarnya tugas pelatih untuk mencari. Jadi kalau mereka mungkin sudah ke double dan campuran saja,” Nova Widianto, Selasa 15 Agustus 2017.

Seperti diketahui, Rehan/Fadia selaku pasangan muda ganda campuran Indonesia baru saja meraih medali emas di gelaran Asia Junior Championship (AJC) yang berlangsung di Jakarta, Juli 2017. Kesuksesan itu membuat keduanya diguyur bonus sebesar Rp60 juta oleh PB Djarum. Mengenai kans main di level single atau perorangan, Rehan sendiri mengaku dirinya tidak begitu siap.

Pasalnya, sejumlah kejuaraan yang telah dilewati merupakan hasil dari kerja keras tim dengam main di nomor ganda. “Saya mungkin nggak bisa untuk main di single. Kaki juga sudah tidak kuat. Jadi mungkin hanya akan main di nomor ganda saja,” ujar Rehan.

Senada diungkapkan Fadia. Atlet muda yang meniti kariernya di olahraga tepuk bulu sejak usia enam tahun tersebut mengaku sudah nyaman main di nomor ganda. "Karena sudah bisa main mix double," terang dia.

Fadia justru berharap, dengan berpasangan bersama Rehan di level junior, dirinya mempunyai sebuah mimpi untuk meneruskan kesuksesan dari seniornya, yakni pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

“Kalau bisa, secepatnya untuk menjadi juara dunia senior. Saya mau nyusul seperti nci Butet (sapaan Liliyana Natsir),” kata Fadia.

Hal yang sama diucapkan rekanannya, Rehan. Remaja asal Yogyakarta itu termotivasi mendapatkan prestasi tertinggi ketika bertempur di level senior. Medali emas adalah sebuah impiannya ketika melangsungkan pesta olahraga terbesar dunia, Olimpiade.

Motivasi juga tak lepas karena faktor sang ayah. Dimana ayahnya bernama Tri Kusharyanto mampu menorehkan medali perak di ajang Olimpiade. “Yang jelas saya ingin mendapatkan medali lebih daripada ayah saya,”jelas Rehan.

(fmh)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini