Image

Sport Time: 5 Venue Olimpiade yang Terkena Dampak Perang

Bagas Abdiel, Jurnalis · Rabu 10 Mei 2017, 19:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 05 10 43 1688134 sport-time-5-venue-olimpiade-yang-terkena-dampak-perang-ffbStdbLr5.jpg Pembukaan Olimpiade Jerman 1936 (Foto: AFP)

TEMPAT penyelenggaraan Olimpiade tampaknya tak lepas dari dunia politik hingga akhirnya juga berimbas pada dunia olahraga. Bagaimana tidak, sebuah venue yang sudah disiapkan dengan sangat baik dan megah untuk penyelenggaraan multievent olahraga dunia, harus terkena dampak perang. Berikut ini lima tempat penyelenggaraan Olimpiade yang terkena dampak buruk akibat perang.

1. Garmisch-Partenkirchen, Jerman

Jerman saat itu menjadi tuan rumah Olimpiade musim dingin pada 1936. Pada era tersebut, Jerman yang masih di bawah kekuasaan Adolf Hitler tengah melakukan perang melawan Sekutu. Tempat penyelenggaraan pun terkena dampak perang, karena Sekutu ternyata berhasil melawati kota tersebut. Alhasil, penyelenggaraan tersebut pun berlangsung dalam suasana perang. Bahkan, setelah perang berakhir, Garmisch-Partenkirchen tetap berada di bawah kendali Amerika selama satu dasawarsa.

2. Tokyo, Jepang

Saat Tokyo akan membangun venue sebuah olahraga, Jepang mendapat serangan dari Sekutu pada akhir 1945. Alhasil, setengah dari Tokyo hancur oleh bom Sekutu termasuk venue olahraga tersebut. Namun, secara spesial Tokyo mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah Olimpiade musim panas pada 1964. Ini menjadi pertama kalinya bagi Asia menyelenggarakan olahraga multievent dunia itu.

3. Berlin, Jerman

Berlin mendapat kehormatan menjadi tuan rumah Olimpiade yang ketujuh pada 1916. Namun pecahnya perang dunia I, membuat tidak ada satu pun pertandingan yang diselenggarakan pada 1916. Akhirnya, mereka kembali dipercaya menjadi tuan rumah Olimpiade 1936 setelah semuanya membaik. Hitler yang berkuasa pada masa itu memamerkan acara tersebut untuk mempromosikan kebijakan superioritasnya.

4. London, Inggris

Pada 1944, London dijadwalkan menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas. Namun, lagi-lagi perang dunia II, membuat gelaran tersebut tertunda. Bahkan pada 1940, London dibom tanpa ampun selama hampir empat bulan dan membuat hampir 1.000.000 bangunan rusak.

Namun, pada 1948, mereka mendapat kehormatan kembali menjadi tuan rumah dan memulai pembangunan kembali namun tidak dari nol. Mereka hanya melakukan beberapa renovasi di venue dalam waktu singkat.

5. Sarajevo, Bosnia-Herzegovina

Mungkin yang paling jahat dari semua penghancuran kota adalah bekas Yugoslavia yakni Sarajevo. Setelah mengadakan Olimpiade musim dingin pada 1984 yang spektakuler, Sarajevo memiliki prestasi dengan gelaran spektakuler yang setara dengan negara Eropa lainnya.

Namun nahas, pada perang Bosnia 1992, mereka memisahkan diri dari Yugoslavia dan menjadi Republik Bosnia dan Herzegovina. Pemihasan itu akhirnya membuat Sarajevo yang ditunjuk menjadi ibu kota dengan cepat dikepung oleh tentara Serbia.

Pengepungan Sarajevo adalah pengepungan terpanjang sebuah ibu kota dalam sejarah perang modern yang berlangsung dari 1992-1996. Selama empat tahun itu, sebagian besar tempat-tempat Olimpiade mengalami kerusakan parah akibat bom.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini