nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gelar Piala Thomas Ke-11 Jadi Obat Penawar Indonesia di Tengah Keterpurukan Negeri

Bagas Abdiel, Jurnalis · Kamis 09 Februari 2017 18:11 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 02 09 40 1613890 gelar-piala-thomas-ke-11-jadi-obat-penawar-indonesia-di-tengah-keterpurukan-negeri-Svfv15MTgi.jpg Hendrawan saat merebut Piala Thomas (Foto: AFP)

INDONESIA kembali tampil menjadi juara Piala Thomas 1998 di saat kondisi dalam negeri tengah mengalami keterpurukan karena keadaan politik. Namun, para Arjuna Indonesia justru mampu mengibarkan Merah Putih di mata dunia.

Berlangsung pada Mei 1998, Indonesia tampil di Piala Thomas dengan perasaan waswas. Kemauan untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa terwujud dengan menjuarai Piala Thomas ke-11 kali untuk Indonesia.

Ucapan terima kasih pun bermunculan bagi pahlawan bulu tangkis yang berlaga di Hong Kong untuk kembali merebut Piala Thomas. Tak disangka, tim Thomas Indonesia melaju hingga final.

Pada final, Indonesia mengempaskan Malaysia dengan skor tipis 3-2. Rexy Mainaky/Ricky Subagja, Candra Wijaya/Sigit Budiarto, dan Hendrawan tampil menjadi pahlawan setelah mengamankan tiga poin untuk Indonesia atas Malaysia.

Hariyanto Arbi yang turun menjadi tunggal pertama, ternyata tak kuasa menahan tunggal putra Ong Ewe Hock yang tampil perkasa. Arbi kalah dua set langsung 14-18 dan 7-15.

Pada laga kedua, Ricky/Rexy mampu menyamakan kedudukan setelah menaklukkan pasangan Malaysia, Cheah Soon Kit/Yap Kim Hock, dengan skor 15-3 dan 15-18. Skor imbang bagi keduanya, 1-1.

Kemenangan berikutnya didapat Indonesia pada partai ketiga. Hendrawan yang menjadi tunggal kedua berhasil menyelesaikan tugasnya, walau melalui pertarungan tiga set. Hendrawan menuntaskan perlawanan Yong Hock Kin dengan skor 18-14, 10-15, dan 15-5.

Kegembiraan muncul ketika pasangan Candra/Sigit memastikan Indonesia meraih Piala Thomas ke-11 saat menaklukkan Lee Wan Wah/Choong Tan Fook. Kemenangan itu sekaligus mengobati kesedihan Indonesia yang saat itu sedang ditimpa masa-masa sulit.

Pada partai yang tak menentukan, Joko Suprianto yang turun di partai kelima kalah dari Roslin Hashim dengan skor 10-15, 15-11, dan 15-2. Meski kalah, Indonesia tetap memastikan bendera Merah Putih berkibar di Hong Kong.

(fmh)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini