Suporter Ricuh, Indonesia Juarai Piala Thomas 1994

Bagas Abdiel, Jurnalis · Selasa 31 Januari 2017 15:11 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 31 40 1605634 suporter-ricuh-indonesia-juarai-piala-thomas-1994-xBBVeUZXZK.jpg Piala Thomas (Foto: BWF)

FINAL Piala Thomas 1994 sempat menjadi sorotan publik. Selain Indonesia berhasil mengawinkan gelar Thomas dan Uber, namun juga insiden ricuh suporter yang berakibat tidak dimainkannya partai keempat dan kelima pada final tersebut. Hal itu dilakukan para suporter Indonesia yang sudah merasakan euforia kemenangan usai mengalahkan musuh bebuyutan Malaysia 3-0 di partai puncak.

Meski partai final belum berakhir karena dua partai masih harus dimainkan, tetapi suporter rusuh dengan melemparkan barang-barang ke arah lapangan. Hal itu mengakibatkan dua partai terakhir menjadi tidak dimainkan.

Bermain di Istora Senayan dan melawan musuh bebuyutan Malaysia menjadi partai panas pada laga final Piala Thomas 1994. Pertandingan superpanas itu pun tersaji dengan sorakan suporter yang menjadi-jadi.

Pada babak final, Indonesia menurunkan skuad terbaik untuk merebut kembali Piala Thomas yang hilang sejak 1984. Partai pertama Indonesia menurunkan Hariyanto Arbi menghadapi Rashid Sidek. Arbi pun mengamankan skor pertama untuk Indonesia dengan dua set langsung, 15-6 dan 15-11.

Pada partai kedua, Rudy Gunawan dan Bambang Supriyanto turun menjadi ganda pertama melawan Cheah Soon Kit dan Soo Beng Kiang. Suasana memanas pun semakin menjadi-jadi ketika pasangan Indonesia tersebut menang dengan skor ketat 15-10, 6-15 dan 15-8.

Akhirnya kemenangan Piala Thomas dipastikan Indonesia setelah Ardy B. Wiranata menuntaskan perlawanan Ong Ewe Hock dengan skor 15-11 dan 15-5 di partai ketiga. Berkat kemenangan itu pun, jelas suasana menjadi ricuh. Penonton melempar barang apa pun ke arah lapangan tanpa tujuan yang jelas.

Alhasil partai keempat dan kelima tidak jadi dimainkan oleh panitia pelaksana akibat suasana yang tak kondusif. Meski begitu, Indonesia sudah memastikan diri merebut Piala Thomas kesembilan kalinya walaupun dua partai terakhir tak dimainkan. Skor akhir 3-0.

Insiden suporter ricuh sebenarnya pernah di alami Indonesia di laga final Piala Thomas 1964 di Tokyo Jepang. Beruntung saat itu suasana berhasil ditangani dengan baik oleh panitia pelaksana Jepang yang berhasil menenangkan para suporter. Saat itu Indonesia menang tipis atas Denmark 5-4.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini