Hadir dalam Format Baru, Indonesia Raih Gelar Piala Thomas Kedelapan

Bagas Abdiel, Jurnalis · Rabu 25 Januari 2017 18:08 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 25 40 1600680 hadir-dalam-format-baru-indonesia-raih-gelar-piala-thomas-kedelapan-sv3xPk9prp.jpg Piala Thomas (Foto: ANTARA)

PIALA Thomas 1984 menjadi awal transformasi kejuaraan beregu putra tertinggi di dunia itu. Hadir dalam format baru, IBF (nama induk organisasi bulutangkis dunia saat itu) mengemas Piala Thomas dari sembilan partai menjadi lima partai pertandingan.

Sebanyak lima partai tersebut terdiri dari tiga tunggal dan dua ganda. Selain itu, berbeda dari gelaran sebelumnya yang menggunakan sistem undian untuk menentukan lawan, format baru menggunakan sistem ranking untuk menentukan lawan dan urutan partai pertandingan.

Setelah pada 1982 Piala Thomas lepas ke tangan China, Indonesia bertekad merebut kembali Piala Thomas ke Tanah Air. Harapan besar Indonesia saat itu ada di pundak Liem Swie King, Hastomo Arbi, Icuk Sugiarto, Christian Hadinata, Hadibowo dan Hariamanto Kartono.

Pada partai puncak, Indonesia menghadapi juara bertahan China. Berlangsung di Stadion Negara, Kuala Lumpur, Malaysia, seperti biasa suporter Indonesia memadati seluruh stadion untuk mendukung tim kebanggaan Merah Putih.

Liem yang akan bermain rangkap pada final itu, menjadi harapan Indonesia untuk membuka kemenangan di partai pertama. Sebab, jika dilihat dari statistik pemain yang diturunkan, China sangat lemah di nomor ganda. Sementara nomor tunggal, hanya Liem yang di prediksi akan mampu mencuri poin dari pemain tunggal China.

Namun, petaka muncul ketika Liem kalah dari tunggal putra China, Luan Jin dengan skor 15-17, 11-15 dan 10-15. Sementara Hastomo dan Icuk yang akan turun di partai kedua dan ketiga bisa dianggap kalah dari lawan-lawannya.

Sekali lagi prediksi itu salah di partai kedua. Hastomo di luar dugaan menaklukkan Han Jian. Padahal Hastomo sudah bertemu tiga kali dengan Jian dan selalu menelan kekalahan. Namun, tidak untuk kali ini. Hastomo menyelamatkan asa Indonesia dengan skor kemenangan 14-17, 15-6 dan 15-8. Skor imbang 1-1.

Sementara pada partai ketiga Icuk yang diprediksi menelan kekalahan memang tumbang di tangan Yang Yang dengan skor 9-15 dan 10-15. Skor berubah 1-2. Maka dua ganda andalan Indonesia yang akan turun di partai keempat dan kelima akan menjadi harapan Indonesia.

Benar saja, pasangan Christian/Hadibowo dan Liem/Hariamanto berhasil menaklukkan lawan-lawannya dan memastikan kemenangan Indonesia dengan skor 3-2. Kemenangan ini sekaligus membalaskan dendam Indonesia pada 1982 yang kalah tipis juga dari China 4-5.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini