Berhasil Balas Dendam, Indonesia Kembali Dapatkan Piala Thomas 1970

Bagas Abdiel, Jurnalis · Jum'at 20 Januari 2017 20:15 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 20 40 1596789 berhasil-balas-dendam-indonesia-kembali-dapatkan-piala-thomas-1970-fjsq0qEyIq.jpg Thomas Cup (Foto: BWF)

SETELAH gagal mempertahankan tiga kali Piala Thomas berturut-turut pada 1967, tiga tahun berikutnya Indonesia mendapatkan kembali piala dari tangan Malaysia. Indonesia berhasil membalaskan dendam atas Malaysia di babak final Piala Thomas 1970 dan memastikan diri menjadi juara Piala Thomas yang keempat kalinya setelah menang 7-2.

Tim Thomas yang melaju ke babak utama mewakili zona Asia itu tak menemui kesulitan di babak pertama dan kedua. Indonesia berhasil menyapu bersih kemenangan atas Selandia Baru dan Kanada dengan skor 9-0.

Final Piala Thomas 1970 merupakan partai puncak ulangan pada 1967 yang dimenangkan Malaysia setelah mengalahkan Indonesia 3-6. Berbeda tiga gelar Piala Thomas yang pernah dimiliki, kekuatan tim Indonesia jelas berubah.

Indonesia menurunkan Rudi Hartono, Muljadi, Darmadi dan Djaliteng (tunggal) serta Indra Gunawan, Nara Sudjana, Indratno dan Minjarti (ganda). Bertanding di kandang Malaysia, Indonesia tak gentar. Pada hari pertama, suasana Stadion Negara, Kuala Lumpur tak kalah riuh dengan Istora Senayan. Namun, Muljadi yang turun menjadi tunggal pertama tak terpengaruh. Muljadi berhasil menaklukkan Punch Gunalan dengan mudah, 15-9 dan 15-5.

Kemudian Rudy menambah keunggulan Indonesia dengan menaklukkan Abdul Rahman Mohamed 15-12 dan 15-2. Pasangan dadakan Rudy/Indra juga makin memperlebar kemenangan Indonesia 3-0, namun tak diakhiri dengan baik setelah pasangan Indratno/Minjarti kalah dari pasangan Ng Boon Bee/Gunalan dengan skor 7-15, 15-13 dan 10-15. Indonesia pun menurup pertandingan di hari pertama dengan skor 3-1.

Hari kedua, Malaysia membuka laga dengan meraih kemenangan lewat tunggal Tan Aik Huang usai mengalahkan Darmadi 12-15 dan 12-15. Namun, tak ingin kecolongan kembali, Muljadi memperlebar jarak keunggulan kembali menjadi 4-2 usai menaklukkan Abdul Rahman Mohamed 15-5 dan 15-5.

Rudy Hartono yang turun di partai ketujuh menjadi penentu apakah Indonesia bisa menjadi juara atau Malaysia masih memperpanjang nafasnya untuk mengembalikkan kedudukan. Rudy yang saat itu masih berumur 18 tahun terlihat tegang melawan Gunalan. Terbukti di set pertama, Rudy bermain ketat dengan Gunalan.

Setelah tertinggal di awal permainan, Rudy mengejar angka di kedudukan 13-13 dan bermain sangat sengit. Hingga akirnya Rudy menutup kemenangan dengan 17-16. Kepercayaan diri Rudy pun semakin meningkat di set kedua, namun kekalahan malah melanda Rudy, 12-15.

Baru di set ketiga Rudy, memanfaatkan kekelahan Gunalan yang bermain rangkap pada hari kemarin. Gunalan tak mampu mengimbangi kecepatan Rudy hingga akhirnya melepas Piala Thomas kembali ke tangan Indonesia. Rudy menang set ketiga 15-3.

Dengan ini Indonesia memastikan merebut Piala Thomas keempatnya dengan keunggulan sementara 5-2. Pada dua partai yang tak menentukan lagi, Indonesia makin mengganas dengan merebut dua kemenangan lewat pasangan Rudy/Indra dan Indratno/Minjarti.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini