Berkat Sorak-sorai Suporter, Indonesia Pertahankan Piala Thomas 1964

Kamis 19 Januari 2017 19:10 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 19 40 1595688 berkat-sorak-sorai-suporter-indonesia-pertahankan-piala-thomas-1964-bySnIwAjdr.jpg Suporter Bulu Tangkis Indonesia (Foto: Liu Jin/AFP)

INDONESIA kembali mempertahankan Piala Thomas 1964 usai menundukkan Denmark dengan skor 5-4. Saat itu Denmark lebih difavoritkan merebut trofi dari tangan Tan Joe Hock dan kawan-kawan. Namun, status favorit tak membuat Denmark meraih kemenangan dan gelar juara berhasil diamankan Indonesia.

Kemenangan itu tak terlepas dari dukungan suporter Indonesia yang hadir di Tokyo, Jepang dan sempat mengganggu penampilan pemain-pemain Denmark. Pada Challenge Round kali ini, Indonesia masih menurunkan tiga pemain berpengalaman di Piala Thomas yakni Tan Joe, Ferry Sonneville dan Tan King Gwan. Selain itu, muncul nama-nama baru seperti Abdul Patah Unang, Tutang Djamaludin dan Ang Tjin Siang.

Sekira 2.500 suporter Indonesia memadati Municipal Stadium untuk menyaksikan pertandingan Indonesia melawan Denmark. Suporter Indonesia sendiri terdiri dari pelajar Indonesia di Jepang dan juga datang dari Indonesia untuk mendukung Tan Joe dan kawan-kawan.

Pada hari pertama, dua pemain tunggal andalan Indonesia, Tan Joe dan Ferry berhasil menaklukkan lawan-lawannya sehingga membawa Indonesia unggul 2-0. Namun di dua nomor ganda, pasangan Tan King/Unang dan Ferry/Tutang harus mengakui keunggulan sang lawan. Sehingga skor imbang 2-2.

Hari kedua, pertandingan kembali menemui angka imbang 3-3. Tunggal putra Ang menang atas Hennig Borch, namun Tan Joe takluk dari Knud Aage Nielsen. Pada pertandingan ketujuh mempertemukan Ferry dan Erland Kops. Laga tegang menyelimuti keduanya.

Bahkan, Denmark hampir pasti merebut partai ketujuh setelah Kops unggul 6-14 di set ketiga dan tinggal satu angka untuk menyudahi permainan. Namun, tak kenal lelah Ferry justru terus berjuang hingga mengunci angka Kops dan merebut kemenangan dengan skor 17-14.

Partai kedelapan menjadi kunci kemenangan Indonesia merebut piala Thomas. Pasangan Tan King/Unang berhasil memenangkan pertandingan atas Kops/Borch dengan rubber set 12-15, 15-12, dan 15-6. Namun, kemenangan Tan King/Unang diwarnai ketegangan.

Pada awal game kedua, pasangan Denmark melakukan protes karena terganggu dengan berisiknya suara suporter Indonesia yang hadir. Kops protes dan meminta panitia untuk menegur suporter Indonesia. Pertandingan pun dilanjutkan. Masih tetap berisik, Kops mendatangi sendiri meja panitia hingga petugas kepolisian datang untuk menenangkan suporter Indonesia.

Merebut kemenangan di set kedua, suporter Indonesia makin menggila. Mereka bernyanyi mengibarkan bendera Merah Putih sambil menghentak-hentakkan kaki ke lantai hingga membuat seisi stadion bising. Permainan bahkan sempat dihentikan 20 menit untuk menenangkan para suporter.

Set ketiga, pemain Kops/Borch sudah kehilangan konsentrasi. Alhasil Denmark harus menyerah dan merelakan Piala Thomas kembali terbang ke Tanah Air. Partai terakhir yang sudah tak lagi menentukan dimenangkan pasangan Denmark Finn Kobbero/Jorgen Hammergaard Hansen menngalahkan Ferry/Tutang, 14-17 dan 5-15.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini