nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah Serahkan Dana Pensiun kepada Atlet Peraih Olimpiade

Ramdani Bur, Jurnalis · Jum'at 03 Juni 2016 10:24 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 06 03 43 1405217 pemerintah-serahkan-dana-pensiun-kepada-atlet-peraih-olimpiade-tWr60P9gnR.jpg Menpora mencairkan dana. (Foto: Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA - Dana pensiun atau jaminan hari tua yang dijanjikanoleh Menpora Imam Nahrawi kepada para atlet Indonesia yang pernah meraih medali emas, medali perak maupun medali perunggu olimpiade dan paralimpiade akhirnya dapat terealisasikan. Menpora menyerahkan secara simbolik penghargaan tersebut dalam acara pemberian bonus bagi olahragawan, pelatih, dan asisten pelatih peraih medali pada ajang ASEAN Para Games VIII di Singapura pada 2015 dan pemberian jaminan hari tua bagi olahragawan peraih medali olimpiade/paralimpiade di Jakarta, Kamis 2 Juni 2016.

Menpora sempat menyampaikan permohonan maaf untuk keterlambatan pemberian bonus untuk atlet ASEAN Para Games yang seharusnya diberikan pada Desember 2015. Hal itu semata-semata karena adanya kendala administrasi dan restrukturisasi yang baru selesai di Kemenpora.

"Negara melalui Kemenpora harus selalu hadir bagi kepentingan atlet berprestasi, dan itu diimplementasikan melalui apresiasi pada para atlet baik melalui bonus dan jaminan hari tua," jelas Imam dalam keterangan pers yang diterima Okezone.

Selain itu, setiap penerima penghargaan berupa Jaminan Hari Tua hanya diberikan satu penghargaan dari medali yang paling tinggi. Sebagai jika ada atlet yang pada even olimpiade / para olimpiade meraih medali emas, medali perak dan atau medali perunggu, maka hanya yang tertingginya saja yang dihitung. Selain itu, besaran nilai penghargaan sebagaimana dimaksud di atas merupakan nilai setelah dipotong pajak, yang perhitungannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dalam bidang perpajakan yang berlaku.

Meskipun Indonesia sudah mengikuti Pesta Olimpiade sejak tahun 1952 di Helsinki (Finlandia), namun demikian medali yang pertama kali diraih oleh atlet Indonesia saat di Olimpiade Seoul (Korea Selatan) 1988, ketika Nurfitriyana Saiman, Kusuma Wardani dan Lilies Handayani meraih medali perak dalam cabang olahraga panahan beregu putri. Selain itu, dari sekian banyak cabang olahraga yang diikuti, medali emas pertama untuk Indonesia diraih melalui cabang olahraga bulutangkis ketika Susi Susanti (tunggal putri) dan Alan Budikusuma (tunggal putra) pada Olimpiade di Barcelona pada 1992. Sedangkan pada Olimpiade London tahun 2012, Indonesia hanya memperoleh satu medali perak dan satu medali perunggu.

Atas dasar penurunan prestasi inilah, Menpora mengambil inisiatif untuk memberikan tunjangan jaminan hari tua kepada para atlet yang pernah meraih medali pada olimpiade dan para olimpiade, dengan tujuan untuk di antaranya memotivasi para atlet agar berprestasi setinggi mungkin di ajang olimpiade dan para olimpiade. Bahkan untuk Olimpiade Rio de Janeiro tahun 2016, bonus yang diberikan berlipat dibandingkan olimpiade-olimpiade sebelumnya. Jika sebelumnya untuk peraih medali emas hanya memperoleh bonus sebesar Rp 1 milyar, sedangkan untuk mulai Olimpiade tahun 2016 ini adalah jauh lebih besar.

Berikut ini perincian bagi olahragawan peraih medali, pelatih dan asisten pelatih berprestasi pada ajang ASEAN Para Games VIII di Singapura 2015:

1. Olahragawan peraih medali, sebanyak 137 orang, dengan rincian sebagai berikut: Perorangan/Ganda (1 orang atau 2 orang), yaitu: a. Medali Emas/Juara I @ Rp. 200.000.000,- untuk setiap medali yang diperolehnya; b. Medali Perak/Juara II @ Rp. 80.000.000,- untuk setiap medali yang diperolehnya; c. Medali Perunggu/Juara III @ Rp. 40.000.000,- untuk setiap medali yang diperolehnya.

2. Beregu/Tim/Kelompok (3 orang atau lebih), yaitu: a. Medali Emas/Juara I @ Rp. 100.000.000,- termasuk cadangannya untuk setiap medali yang diperolehnya; b. Medali Perak/Juara II @ Rp. 40.000.000,- termasuk cadangannya untuk setiap medali yang diperolehnya; c. Medali Perunggu/Juara III @ Rp. 20.000.000,-termasuk cadangannya untuk setiap medali yang diperolehnya.

3. Pelatih berprestasi sebanyak 18 orang, dengan rincian sebagai berikut: a. Medali Emas/Juara I @ Rp 60.000.000,- untuk setiap medali yang diperoleh olahragawan yang dibinanya; b. Medali Perak/Juara II @ Rp 40.000.000,- untuk setiap medali yang diperoleh olahragawan yang dibinanya; c. Medali Perunggu/Juara III @ Rp. 20.000.000,- untuk setiap medali yang diperoleh olahragawan yang dibinanya.

4. Asisten pelatih berprestasi sebanyak 17 orang, dengan rician sebagai berikut: a. Medali Emas/Juara I @ Rp 30.000.000,- untuk setiap medali yang diperoleh olahragawan yang dibinanya; b. Medali Perak/Juara II @ Rp. 20.000.000,- untuk setiap medali yang diperoleh olahragawan yang dibinanya; c. Medali Perunggu/Juara III @ Rp 10.000.000,- untuk setiap medali yang diperoleh olahragawan yang dibinanya.

Sementara tunjangan jaminan hari tua ini diberikan kepada olahragawan peraih medali Olimpiade / Paralimpiade, sebanyak 37 orang, dengan rincian sebagai berikut:

1. Peraih medali emas olimpiade/paralimpiade sebesar @ Rp 240.000.000,-

2. Peraih medali perak olimpiade/paralimpiade, sebesar @ Rp 180.000.000,-

3. Peraih medali perunggu olimpiade/paralimpiade, sebesar @ Rp 120.000.000,-

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini