Share

Taki Mengomentari Nasib Ricciardo yang Harus Finis di Urutan Kedua dalam GP Monaco

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 31 Mei 2016 03:15 WIB
https: img.okezone.com content 2016 05 30 37 1401703 taki-mengomentari-nasib-ricciardo-yang-harus-finis-di-urutan-kedua-dalam-gp-monaco-lnNgwyXdmc.jpg Daniel Ricciardo ( Foto: Reuters )

MONTE CARLO - Mantan pembalap terburuk Formula One (F1) asal Jepang, Taki Inoue, menilai pembalap Red Bull Racing (RBR) Daniel Ricciardo, sangat kecewa karena hanya mampu menyelesaikan finis di urutan kedua di belakang pembalap Mercedes, Lewis Hamilton.

Pembalap berkebangsaan Australia ini seharunya bisa saja menyelesaikan perlombaan pada urutan pertama. Namun karena koordinasi dengan tim pit stop yang kurang baik, menyebabkan dirinya harus puas berada di posisi kedua.

Ricciardo banyak menguras waktu saat tengah berada di pit stop, mengingat saat itu ia melakukan pergantian ban sebanyak tiga kali dengan komposisi full wet, intermediate, dan super-soft. Berbeda dengan strategi dua kali pergantian ban yang dilakukan Lewis Hamilton yang mengadu nasib melahap 30 lap dengan menggunakan ban full wet dan ultra-soft.

Keadaan semakin parah saat para kru sedikit lama melakukan pergantian ban super-soft di pit stop. Hal tersebut membuat pembalap berusia 26 tahun tersebut geram terhadap para teknisinya.

“Ricciardo merasa kesal dua kali berturut-turut. Ia bahkan tidak mau berbicara dengan tim pada usai perlombaan tersebut. Perasaanya sangat terpukul karena kelakuan timnya dan safety car yang menghalanginya,” tulis Taki, melalui akun Twitter resminya @takiinoue, Selasa (31/5/2016).

(lsk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini