Share

Jalur Datar Santapan Empuk Jason Christie

Kukuh Setiawan, Jurnalis · Jum'at 13 Mei 2016 21:48 WIB
https: img.okezone.com content 2016 05 13 43 1387954 jalur-datar-santapan-empuk-jason-christie-w8mpWFw1Za.jpg

BANYUWANGI - Jalur datar yang membentang antara Grand Watudodol hingga Taman Blambangan menjadi ajang adu sprint di etape III International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2016. Dan, jawaranya adalah Jason Christie dari Kenya Riders Downunder.

Jason menyentuh finish tercepat dengan catatan waktu 2 jam, 55 menit dan 57 detik. Dia meninggalkan MA Guangdong (Wisdom-Hengxiang Cycling Team) di belakangnya dengan kesenjangan waktu 33 detik. Di urutan ketiga ada Muhamad Imam Arifin (KFC Cycling Team).

Menempuh jarak 127 km, Jumat (13/5), rute yang tanpa tanjakan membuat sprinter-sprinter 'berpesta pora'. Jago tanjakan seperti Benjamin Prades yang menjadi jawara di Etape II dan Peter Pouly tidak berkutik di episode ini.

Kendati memenangkan kategori individual di Etape III, namun Jason belum mampu menggeser Benjamin Prades sebagai pemimpin klasifikasi umum (yellow jersey). Prades masih berada di peringkat pertama dengan total catatan waktu 10 jam, 39 menit dan 15 detik.

Prades yang berjaya di hari sebelumnya, pada Etape III ini tercecer di peringkat 67 dengan terpaut 1 menit dan 52 detik dari sang jawara Jason Christie. "Persaingan sangat ketat karena banyak pembalap dengan kemampuan sprint bagus," kata Jason selepas menuntaskan Etape III.

"Saya sebelumnya sudah optimistis bisa menjuarai Etape III karena telah mempersiapkannya dengan baik. Ini hasil yang bagus dan semoga besok saya bisa lebih bagus lagi," sambung Jason. Etape IV atau terakhir pada Sabtu akan menjadi penentuan.

Juara bertahan tahun lalu, Peter Pouly, sangat berpeluang kembali menjadi juara umum di ITdBI 2016 ini. Raihan waktu Peter Pouly terpaut hanya 10 detik saja dari pemimpin klasemen umum Benjamin Prades.

Seperti tahun sebelumnya, Peter Pouly sang raja tanjakan sangat dijagokan bisa menjuarai Etape IV dengan rute TPI Muncar ke Paltuding, Ijen. Jika Pouly bisa memenangi etape terakhir, maka dia hampir bisa dipastikan menjadi juara umum.

"Saya masih mempunyai kesempatan bagus di etape terakhir dan saya berharap seperti tahun lalu. Di balapan tahun ini persaingan relatif merata, terutama dengan absennya pembalap-pembalap asal Iran. Saya akan bersiap untuk besok dan semoga hasilnya sesuai ekspektasi," ujar Peter Pouly yang tergabung di Singha Infinite Cycling Team.

(pds)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini