nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aksi Heroik Super Mario Kembali Gagalkan Kejutan Stadium

Rabu 06 April 2016 07:24 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 04 06 36 1355207 aksi-heroik-super-mario-kembali-gagalkan-kejutan-stadium-AtwUwZryXK.jpg Kapten CLS Sandy Febriansyakh ( Foto: IBL )

BANDUNG - Ambisi Stadium Happy 8 Jakarta mencuri satu kemenangan atas CLS kembali harus menemui kegagalan. Kali ini dalam pertemuannya yang ketiga di seri V Bandung, Stadium kalah lewat dua kali babak overtime dengan skor akhir 67-72 dari CLS Knights Surabaya.

Pada pertandingan yang dilangsungkan di C-Tra Arena, Bandung, Selasa (05/04/2016) malam itu, Jamarr Andre Johnson mencetak double-double (18 poin dan 21 rebounds) untuk CLS. Sementara itu, Abraham Damar Grahita menjadi yang paling produktif di kubu Stadium dengan 14 point serta tambahan delapan rebounds.

Selain Jamarr, Mario Wuysang juga patut dikatakan sebagai aktor kemenangan CLS di laga ini. Tiga kali three point shootnya di babak tambahan sukses membuyarkan kemenangan Stadium.

Pertandingan berlangsung alot pada kuarter pertama. Defense ketat yang ditampilkan oleh kedua tim, membuat perolehan angka mereka tidak begitu tinggi di kuarter pembuka ini. Stadium membuka angka terlebih dulu melalui tembakan tiga angka Raymond Shariputra. Sementara itu, kebuntuan CLS baru berakhir di menit keempat, setelah Bima Riski sukses melesakkan tembakan tiga angka. Tembakan tiga angka Wijaya Saputra memastikan Stadium unggul 10-9 pada akhir kuarter pertama.

Stadium mulai kesulitan membendung kecepatan para pemain lawan di kuarter kedua. Alhasil, CLS pun bisa berbalik unggul dalam perolehan angka. Untuk membendung kekuatan lawan, coach Andre Yuwadi menurunkan Hardian Wicaksono. Pemain Stadium itu mampu tampil garang di bawah ring lawan. Dari tertinggal enam angka, Stadium berhasil mendekat di kedudukan 22-23. Akan tetapi, lengahnya defense Stadium, membuat tim asal Surabaya kembali menjauh. Tambahan delapan poin beruntun membawa CLS menutup kuarter kedua dengan keunggulan 31-22.

Ketajaman CLS mengalami penurunan di kuarter ketiga. Strategi defense yang dijalankan Stadium berjalan efektif untuk menahan gempuran lawan. Di sisi lain, pola serangan balik cepat yang dibangun oleh Stadium kerap menghasilkan angka. Saat buzzer berbunyi, Stadium sukses memperkecil kedudukan menjadi 33-39.

Pertandingan berjalan semakin menegangkan di kuarter keempat. Kemenangan seperti sudah berada di genggaman CLS saat mereka unggul 51-41 di sisa lima menit pertandingan. Namun, perjuangan Stadium tak lantas berhenti. Memanfaatkan kesalahan-kesalahan sendiri yang dibuat oleh lawan, Stadium perlahan mendekat. Mereka akhirnya bisa menyamakan skor di posisi 51-51. Nyaris kalah, sumbangan dua angka Bayu Anggara di penghujung kuarter keempat akhirnya memperpanjang nafas Stadium. Skor sama kuat 53-53 membuat pertandingan dilanjutkan ke babak over time.

Stadium mampu tampil tenang di babak over time, sehingga bisa unggul dengan margin lima angka. Akan tetapi, “Super” Mario Wuysang muncul sebagai pahlawan CLS. Dua free throw akuratnya, serta tembakan tiga angkanya membawa CLS mendekat 58-59. Stadium hampir saja memenangkan pertandingan saat mereka unggul 61-58 di satu menit terakhir. Namun, lagi-lagi Mario muuncul dari tempat yang terduga. Pada detik terakhir, Mario sukses melesakkan tembakan tiga angka akurat. CLS kembali menyamakan kedudukan 61-61, yang membuat pertandingan dilanjutkan ke babak over time kedua.

Di babak over time kedua, Mario kembali membunuh Stadium. Three point shootnya di kedudukan 61-65 membangkitkan semangat CLS, sekaligus meruntuhkan momentum Stadium. Setelah itu, tim asal Surabaya terus mendulang poin, hingga akhirnya mengakhiri pertandingan dengan skor 72-67.

“Kami memulai laga dengan slow start. Kami hanya membuat 17 possession. Tapi, sisi positifnya adalah kami sudah siap menghadapi babak play off dengan situasi seperti ini. Dan buat saya pribadi, game ini juga bagus untuk pelatih baru seperti saya, yang sedang terus mencari pengalaman,” ujar pelatih CLS, Wahyu Widayat Jati.

“Di babak overtime, saya bilang ke Jamarr untuk lebih banyak bermain di dalam karena akan memancing lawan keluar dan memberikan ruang tembak untuk para shooter CLS. Selain itu, saya sangat butuh rebound dari dia,” lanjut dia.

“Meski kami hanya membawa 11 pemain saja, serta sudah pasti lolos ke babak play off, saya tetap menginstruksikan kepada para pemain untuk tetap fight di tiap game. Tidak peduli apakah itu tim besar maupun tim kecil, CLS harus tetap menunjukkan permainan terbaiknya. Saya harus selalu memberikan pesan kepada semua tim bahwa CLS akan selalu tampil all out,” Wahyu menimpali.

“Saya sangat kecewa dengan permainan CLS tadi. Fighting spirit mereka sangat kurang di pertandingan ini. Sementara itu, Stadium tampil sangat baik dan mau berjuang hingga akhir. Kita harus terus mengoreksi kesalahan-kesalahan yang dibuat karena ke depannya persaingan akan semakin keras,” ungkap pemain CLS, Mario Wuysang.

“Lagi-lagi dewi fortuna belum berpihak kepada kami. Tapi, saya tetap memberikan kredit kepada para pemain untuk fighting spirit dan defense mereka. Sayangnya, anak-anak tadi tampil kurang yakin, khususnya di akhir-akhir pertadingan. Kekalahan kami hari ini salah satunya disebabkan dengan rebound. Selain itu, kami kurang bisa mengeksusi second chance dengan baik,” kata pelatih Stadium, Andre Yuwadi mengomentari kekalahan timnya.

Dengan hasil ini, CLS menyapu bersih kemenangan dari Stadium. Sebelumnya, CLS juga meraih kemenangan di seri I dan seri IV lalu. Bagi CLS, ini juga merupakan overtime kedua bagi mereka. Sementara itu, secara keseluruhan ini menjadi overtime yang kesembilan di kompetisi IBL 2016.

Pada pertandingan ini, CLS unggul dalam segi rebound dan second chance. Sandy Febiansyakh dan kawan membukukan 62 rebounds dan 20 second chance points.

Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta akan menjadi lawan CLS pada pertandingan berikutnya, hari Kamis (07/04/2016). Di hari yang sama, Stadium berhadapan dengan Satria Muda Pertamina Jakarta.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini