Share

Obat yang Dipakai Sharapova Awalnya Bukan Doping

Riski Bayuni Sagala, Jurnalis · Selasa 08 Maret 2016 11:02 WIB
https: img.okezone.com content 2016 03 08 40 1330405 obat-yang-dipakai-sharapova-awalnya-bukan-doping-q051al0Qa0.jpg Maria Sharapova. (Foto: AFP/Andrei Golovanov)

LOS ANGELES - Mengejutkan. Mungkin itu adalah kata yang tepat untuk menanggapi kasus yang menimpa peraih lima kali gelar juara Grand Slam, Maria Sharapova. Sharapova mengaku telah mengonsumsi Meldonium sejak 2006 untuk mengatasi masalah kesehatan yang kerap melanda dirinya.

Meldonium tadinya sah atau aman di olahraga tenis. Namun sejak 1 Januari 2016, obat yang bisa mengurangi rasa sakit di dada dan untuk masalah jantung itu dinyatakan terlarang.

“Saya sering merasa kondisi badan saya tidak enak. Saya juga kerap kekurangan magnesium dan secara teratur mengikuti tes jantung. Saya juga memiliki rekam jejak diabetes dari keluarga saya,” ujar Sharapova saat memberikan penjelasan pada konferensi pers di Los Angeles, Senin 7 Maret 2016, mengutip The Daily Beast, Selasa (8/3/2016).

Meldonium atau dikenal pula dengan Mildronate ternyata lazim digunakan di Rusia sejak lama. Obat ini digunakan bebas di Rusia untuk mengatasi masalah jantung.

Beda di Rusia, beda pula di Amerika Serikat. Obat ini tidak diperjualbelikan bebas di Amerika. Meldonium dilarang digunakan untuk makanan dan obat-obatan di negeri paman Sam sejak lama.

Perdebatan mengenai penggunaan Meldonium ternyata telah terjadi sejak Desember 2015 di tubuh Badan Anti-Doping Dunia (WADA). Menurut WADA, Meldonium dapat mengakibatkan peningkatan metabolisme tubuh bagi penggunanya yang memberi efek stamina selalu terasa prima.

Hasil penelitian di Amerika juga menyatakan bahwa Meldonium dapat memacu performa atlet, mempercepat proses istirahat usai berlatih, dan mencegah terjadinya stres. Atas dasar pertimbangan tersebut, WADA akhirnya mensahkan peraturan pelarangan penggunaan Meldonium sejak 1 Januari 2016.

Sharapova tak dapat berbuat banyak usai dinyatakan positif menggunakan doping. Hasil tersebut diterima mantan kekasih Grigor Dimitrov tersebut pada akhir Januari 2016. Meski telah mengakui mengonsumsi obat tersebut, perempuan 28 tahun itu hingga kini masih bertekad untuk tidak pensiun dalam waktu dekat.

(fap)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini