Share

Mengenal Tim yang Dibela Rio Haryanto di F1 2016

Zanel Farha Wilda, Jurnalis · Selasa 23 Februari 2016 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2016 02 23 37 1319157 mengenal-tim-yang-dibela-rio-haryanto-di-f1-2016-5SuzeKoDWz.jpg Mobil Manor Racing untuk F1 2016 (Foto: Twitter resmi Manor Racing)

STATUS tim kecil yang dimiliki Manor Racing tidak membuat pembalap Indonesia, Rio Haryanto, ragu untuk membelanya pada musim debutnya bertarung di Formula One (F1). Ambisi tinggi yang dimiliki untuk musim 2016 membuat Rio yakin Manor adalah tim yang tepat baginya.

Manor memang bukan tim besar seperti Mercedes atau Ferrari. Sejak awal keikutsertaannya di F1, tim yang berbasis di Banbury, Inggris, tersebut belum bisa memberikan banyak kejutan. Raihan terbaik yang pernah dimilikinya “hanya” dua poin dalam semusim.

Manor pertama kali gabung dan merasakan pertarungan F1 pada 2010. Saat itu, Manor bertarung dengan menggunakan nama Virgin Racing, menyusul bergabungnya perusahaan Virgin Group sebagai sponsor utama tim.

Di musim debutnya berlaga di F1, Manor menunjuk pembalap asal Jerman, Timo Glock, dan pembalap asal Brasil, Lucas di Grassi, sebagai pilotnya. Sayang di akhir musim, tim yang menggunakan mobil bernama VR-01 dengan mesin Cosworth tersebut gagal meraih satu poin pun, dan finis di dasar klasemen.

Di musim 2011, Manor membuat beberapa perubahan. Perubahan pertama terlihat pada nama tim. Setelah bernama Virgin Racing di 2010, nama tersebut berubah menjadi Marussia Virgin Racing di 2011. Perubahan ini terjadi setelah Marussia Motors membeli hak controlling stake di dalam tim.

Perubahan juga terjadi pada line-up pembalap. Di Grassi tidak lagi memperkuat Manor di musim 2011, karena digantikan oleh pembalap asal Belgia, Jerome d’Ambrosio. Akan tetapi, perubahan tidak terlalu memberikan hasil karena lagi-lagi Manor tidak mendapat poin satu pun hingga akhir musim.

Pergantian nama kembali dialami Manor di musim ketiganya bertarung di F1. Di 2012, Manor memiliki nama Marussia F1 Team setelah Marussia resmi menggantikan Virgin dalam status kepemilikan. Meski begitu, di tahun ketiga tersebut Manor masih menggunakan Cosworth sebagai penyuplai mesinnya.

Line-up pembalap juga kembali mengalami perubahan. Di musim 2012 giliran D’Ambrosio yang didepak dari tim untuk digantikan dengan pembalap asal Prancis, Charles Pic. Sayang, lagi-lagi tak ada dampak yang diberikan kedua pembalapnya. Glock dan Pic hanya mampu membawa tim naik satu peringkat ke posisi 11, namun tetap dengan 0 poin.

Setelah tiga musim gagal memberikan hanya diharapkan, Glock akhirnya didepak Manor pada 2013. Tak hanya Glock, Pic yang gagal di tahun pertama juga langsung dikeluarkan dari tim. Sebagai gantinya, Manor merekrut pembalap Inggris, Max Chilton, dan mendiang Jules Bianchi.

Chilton dan Bianchi mampu sedikit lebih baik dari dua pembalap terdahulu Manor. Akan tetapi, raihan poin tim di akhir musim 2013 masih tak mengalami perubahan yakni tetap 0 poin. Hanya saja, posisi kembali mengalami peningkatan ke posisi 10.

Performa lebih baik di 2013 membuat Manor mempertahankan Chilton dan Bianchi untuk musim 2014. Manor pun memutuskan untuk mengganti penyuplai mesinnya. Setelah empat musim menggunakan Cosworth, di 2014 Manor akhirnya bekerja sama dengan Ferrari.

Keputusan tersebut tidak sia-sia, karena untuk pertama kalinya Manor bisa mendapat poin berkat performa Bianchi yang finis di posisi sembilan di GP Monaco. Sayang, kegembiraan poin pertama untuk tim lenyap begitu saja setelah Bianchi mengalami kecelakaan fatal di Sirkuit Suzuka, GP Jepang. Nyawa Bianchi sendiri pada akhirnya tidak dapat tertolong setelah koma selama sembilan hingga 17 Juli 2015.

Dua poin yang didapat Bianchi menjadi satu-satunya raihan Manor di musim 2014. Meski demikian, poin tersebut cukup untuk membawa Manor merangkak ke posisi sembilan klasemen akhir konstruktor.

Di musim 2015, Manor kembali merombak line-up pembalapnya. Pembalap Inggris, Will Stevens, dan pembalap Spanyol, Roberto Merhi, serta pembalap cadangan Alexander Rossi, yang ditunjuk menjadi pilot-pilot jet darat Manor di musim tersebut.

Pada musim 2015 jugalah nama Manor mulai terdapat di nama tim. Tim yang sebelumnya bernama Marussia F1 akhirnya berganti nama menjadi Manor Marussia. Ferrari pun masih menjadi penyuplai mesin di mesin keenam Manor bertarung di F1.

Sayang, lagi-lagi hanya hasil minim yang didapat Manor. Pilot-pilot tim yang berbasis di Banbury, Inggris, tersebut kembali gagal menyumbangkan satu pun poin selama satu musim. Alhasil, Manor kembali finis di dasar klasemen akhir konstruktor 2015.

Di musim 2016, perubahan besar-besaran dilakukan Manor. Kata ‘Marussia’ kini tidak lagi terdapat dalam nama timnya. Manor pun memutuskan mengarungi kompetisi F1 2016 dengan nama Manor Racing.

Perubahan kedua terjadi pada penyuplai mesin untuk mobilnya. Setelah dua musim bekerja sama dengan Ferrari, Manor Racing akhirnya memilih Mercedes sebagai penyuplai mesin di 2016. Mobil Manor di 2016 pun diberi nama MRT05 yang berjuluk ‘Dream Racer’.

Perubahan terakhir yang dilakukan Manor di 2016 adalah pada nama-nama di line-up pembalapnya. Setelah merekrut mantan test driver Mercedes, Pascal Wehrlein, Manor membuat “gebrakan” dengan merekrut pembalap muda Indonesia yakni Rio Haryanto. Status sebagai driver Indonesia pertama yang membalap di F1 pun membuat Rio cukup menyita perhatian dunia, khususnya bagi masyarakat Tanah Air.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini