nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Naik-Turunnya Prestasi Bulutangkis Indonesia

Daniel Setiawan, Jurnalis · Selasa 20 Oktober 2015 17:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 10 20 40 1234986 naik-turunnya-prestasi-bulutangkis-indonesia-F1Ap9eQCtG.jpg Lilyana Natsir dan Tantowi Ahmad (Foto: Heru Haryono/Okezone)

BULUTANGKIS Indonesia menjadi salah satu olahraga yang memiliki status unggulan jika tampil di berbagai multi event. Atau jika memang tengah dilangsungkan sebuah turnamen berskala dunia, bulutangkis Indonesia selalu memiliki harapan tinggi untuk meraih prestasi.

Namun, memasuki medio 2010 hingga kini, prestasi Merah Putih di panggung internasional cenderung fluktuatif. Berbagai gelar yang seharusnya bisa diamankan malah menguap begitu saja, namun ada juga beberapa gelar yang mampu diraih oleh kontingen Indonesia. Indikator naik dan turunnya bulutangkis Indonesia bisa dilihat dari peringkat BWF dari masing-masing nomor yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, serta ganda campuran.

Mari kita mulai dari ganda putra. Tak bisa dimungkiri, hingga kini Indonesia masih berada dalam bayang-bayang kejayaan Taufik Hidayat. Beberapa penerusnya seperti Dionsius Hayom Rumbaka, Simon Santoso, Sony Dwi Kuncoro, hingga Tommy Sugiarto belum mampu stan out sebagai ikon Indonesia layaknya yang dilakukan Taufik.

Maka tak heran jika tak ada satupun pebulutangkis putra kita yang berada di jajaran 10 besar peringkat dunia BWF. Tommy berada di peringkat 12 dunia, sementara Hayom Rumbaka berada di posisi 20. Ironis memang, padahal Indonesia langganan peringkat 10, bahkan lima besar dunia.

Tak bedanya dengan tunggal putra, di nomor tunggal putri Indonesia juga tak sama sekali memiliki wakil di jajaran 10 besar. Pebulutangkis kebanggaan Indonesia, Lindaweni Fanetri, berada di posisi ke-22. Terpelanting jauh di posisi ke-35 ada Maria Febe Kusumastuti.

Berbeda kondisinya di nomor ganda. Di kelas ganda putra, Indonesia berada di posisi kedua dunia yang diwakili oleh pasangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Ganda putra Merah Putih lainnya yakni Angga Pratama/Ricky Karanda berada di peringkat 11.

Ganda putra dalam beberapa tahun terakhir menjadi ujung tombak Indonesia di berbagai ajang internasional. Terbaru, Hendra/Ahsan sukses memboyong gelar BWF World Championsip 2015 yang digelar di Jakarta pada Agustus.

Pada nomor ganda putri, pasangan Nitya Maheswari/Greysia Polii menjelma menjadi ujung tombak Indonesia. Duo Srikandi Merah Putih tersebut kini berada di posisi kelima dunia. Mereka pula yang menjadi salah satu penyumbang emas Indonesia di ajang Asian Games 2014 di Incheon.

Terakhir di nomor ganda campuran, Indonesia menempatkan Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir di peringkat dua BWF. Gelar bergengsi telah banyak dipersembahkan keduanya, salah satunya yakni All England.

Tak tanggung-tanggung, keduanya berhasil menciptakan bakc-to-back winner atau dua kemenangan beruntun pada 2013 dan 2014. Gelar terakhir yang mereka persembahkan yaitu pada kejuaraan Prancis Terbuka. Sejatinya di event Korea terbuka dan Denmark terbuka, mereka mampu melaju hingga final. Namun, mereka tumbang di dua final tersebut.

Memang peringkat tak bisa dijadikan patokan kualitas seorang pebulutangkis, namun tak dapat dibantah pada sektor tunggal putra dan putri, Indonesia harus bekerja ekstra agar bisa kembali menapaki kejayaan layaknya pada era Taufik Hidayat atau Susi Susanti.

(fap)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini